JOMBANG |duta.co – Hafal cepat, hasil mantap. Itulah Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darussalam di Desa Gondek Kecamatan  Mojowarno Kabupaten, Jombang, Jawa Timur. Minggu, (15/4/2018) sebanyak  32 santri (masing-masing 16 putra dan 16 putri) menjalani wisuda. Mereka berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dalam tempo yang relatif singkat.

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Darussalam, KH Muhammad Hatta Qodir mengatakan, para santri berhak diwisuda setelah menyelesaikan hafalan 30 juz dengan metode yang diterapkan pesantren. “Rata-rata lama santri untuk hafal Al-Qur’an selama 6 bulan,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, Sabtu (14/4/2018) Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an (PPHQ) Jogoroto, induk dari PP Darussalam, menggelar harlah ke-7. Kali ini, harlah dihadiri Cawagub Jawa Timur Emil Dardak. Ia datang bersama KH Rosyad. “Mohon doanya, semoga ilmu anak-anak ini bermanfaat bagi umat, itu saja. Saya sendiri merasa senang anak-anak bisa ikut menjaga Alquran,” demikian disampaikan KH Ainul Yaqin, pengasuh PPHQ, kepada duta.co.

Mundir 1 Madrasahtul Quran Tebuireng,  KH Mustain Safi’i, dalam taushiyahnya mengatakan, bahwa, secara umum lembaga penghafal Alqur’an itu disebut tahfidz. Persoalan berat apa tidak menghafal Alqur’an, saya jawab tidak.

Mengapa? “Aku lebih percaya kepada Allah dari pada kepada sampean. Tak gampangno, kata Allah. Pertanyaanya, apa ada yang mau? Demikian kata Allah SWT.  Rasulullah mulai menghafal umur 40 tahun dan baru hatam umur 63 tahun. Ingat, tidak ada bacaan di dunia ini yang dikasih prolog, dibersihkan kecuali Alqur’an,” jelas Kiai Mustain.

Selain itu, jelasnya, bahwa membaca Alquran itu tidak hanya pada fasha fashaan, tetapi yang lebih penting adalah bacaan itu bisa membuka arsy. “Sahabat Bilal tidak bisa mengucap huruf sin dengan benar, tetapi, kata nabi, tidak apa apa yang pentinya hatinya bisa membuka arsy,” katanya.

Emil Dardak sendiri dalam Harlah di PPHQ – bersamaan libur nasional – lebih banyak menyimak, apa saja yang menjadi harapan anak-anak muda para penghafal Alquran. Diakui, tidak mudah bagi anak-anak muda untuk menuntaskan hafalan 30 juz Alquran tanpa disertai niat yang ikhlas dan kuat.

Seperti disampaikan Kiai Ainul Yaqin, bahwa, para penghafal Alquran ini juga dibekali ilmu masa kini. “Mondok di sini memang gratis. Tetapi, meski gratis, bukan berarti asal-asalan. Kami mementingkan kualitas. Karena itu, PPHQ menerapkan methode salaf yang diterapkan KH Hasyim Asyari, dan hasilnya sangat cocok untuk Jaman Now,” jelasnya. (muh)

Tinggalkan Balasan