BARISTA : Sedikitnya 30 peserta terlibat pada hari pertama digelarnya Jember Barista Fun Battle #2 East Java Open 2019 di Hotel Meotel Jember, Jumat (23/8). (duta.co/udik)

JEMBER | duta.co– Sedikitnya 30 peserta terlibat pada hari pertama digelarnya Jember Barista Fun Battle #2 East Java Open 2019 di Hotel Meotel Jember, Jumat (23/8). JBFB kompetisi barista terbagi dua sesi selama dua hari yaitu Manual Brewing Competition pada 23 Agustus dan Latte Art pada 24 Agustus 2019 yang diadakan di Ukafe Lounge Meotel.

JBFB #2 East Java Open 2019 adalah sebuah event kompetisi yang sekaligus sebagai ajang mempromosikan kopi lokal Jember yang digagas oleh Meote Jemberl.  Seperti diketahui, Jember merupakan salah satu penghasil kopi unggulan di Indonesia yang sudah mengekspor produknya ke penjuru nusantara dan bahkan luar negeri.

“Dengan adanya potensi besar tersebut Meotel Jember by Dafam Hotels ingin terlibat dalam mempromosikan kopi yang ada di Jember dengan membuat sebuah ajang kompetisi barista,” ujar General Manager Meotel Jember, Helman Dedy Chandra (Andra).

Event JBFB #2 East Java Open 2019 kali ini merupakan gelaran yang kedua kalinya di Meotel Jember. Andra berharap dengan lanjutan event ini bisa menjadi ajang silaturahmi untuk para pecinta kopi dimana pun berada dan diharapkan menjadi event tahunan bagi Meotel Jember.

Event JBFB kedua dikatakan Andra memiliki skala yang lebih besar dibandingkan yang pertama sehingga peserta dari luar provinsi juga bisa meramaikan kompetisi.

Tidak hanya kompetisi Manual Brewing maupun Latte Art. Meotel Jember juga mengadakan open class bagi penyandang disabilitas. Mereka akan diberikan sharing terkait ilmu pengetahuan tentang kopi. Diharapkan dengan adanya kelas tersebut bisa memberikan ilmu tambah bagi penyandang disabilitas.

Dafir salah satu peserta dari Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember mengaku bangga bisa mengikuti event barista skala nasional tersebut. Ia menyebut tidak ada persiapan khusus dalam mengikuti kompetisi. Bahkan Dafir tidak merasa ada kesulitan dengan keterbatasan yang dimilikinya.

Pria yang sehari-hari sibuk dengan bordir manual itu tidak memiliki motivasi berlebih selain hanya ingin menambah jam terbang.

“Ada kebahagiaan tersendiri bisa mengikuti barista battle sekaligus ingin menambah pengalaman,” kata Dafir.

Sementara salah satu juri tamu nasional Qiqie Biant menyampaikan, pada sesi manual brewing biji kopi yang dipakai adalah jenis Arabica asli Jember dan, salah satu penilaian bagi juri adalah taste balance atau rasa yang seimbang dan pas.

Qiqie berharap event semacam ini bisa digelar setiap tahun untuk memberikan pengalaman dan ilmu bagi barista di Jember. “Semoga menjadi acara tahunan. Bagus acara ini untuk teman-teman barista di sini untuk menunjukkan skill mereka juga,” katanya. (dik)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry