Keterangan foto solopos.id

SURABAYA | duta.co –  Bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta,  Selasa 28 Oktober 2025, diperingati 3 tahun Partai Kedaulatan rakyat (PKR). Bukan cuma soliditas dalam yang diperkuat, PKR juga melakukan monitoring keluar. Kebijakan pemerintah terus menjadi kajian.

“Kita sambut perubahan ke arah yang lebih baik. Hari ini kita saksikan betapa semangat pemerintah begitu kuat untuk berbenah. Luar biasa, tinggal sejauhmana pemuda kita, rakyat kita ikut menentukan arah perubahan ini,” demikian disampaikan Sigit Prawoso, Sekjend PKR kepada duta.co, Senin (27/10/25).

Menurut Sigit, HUT ke-3 PKR ini, harus menjadi momentum berbenah. Terutama dalam menyambut beleid pemerintah. “Rakyat atau pemuda, jangan sampai loyo, hanya menjadi penonton. Hiruk-pikuk perubahan, tanpa peran serta pemuda, rasanya impossible. Begitu juga beleid pemerintah, jangan sampai meninggalkan sektor anak muda,” tambahnya.

Ia menukil monitoring Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dua tahun lalu (2023), yang menyebutkan bahwa partisipasi pemuda dalam pembangunan mengalami tren penurunan. Terutama kaitannya dengan Indonesia Emas 2045.

“Sebuah survei menunjuk angka 65% masyarakat Indonesia merasa ada penurunan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Tahun 2025, jelasnya, ada survey menyebut adanya kesenjangan generasi yang signifikan dalam hal optimisme publik, di mana banyak pemuda merasa kehilangan keyakinan akan masa depan. Padahal Indonesia tengah menuju era keemasan. Artinya Sumber Daya Manusia (SDM) harus benar-benar unggul.

“Alhamdulillah, hari ini, anak-anak muda kita tampak tumpek blek di tengah medsos kita. Semangat pemerintah, termasuk semangat Menteri Keuangan RI Purbaya begitu gencar di media sosial kita. Ini menandakan masih kuatnya visi anak muda kita menuju Indonesia Emas,” tegas Sigit.

Bangkitlah Parikesit

PKR sendiri pernah memanggil kader dari Sabang sampai Merauke ke Jakarta. Mereka menggelar Kongres I di Sentul International Convention Center, Bogor. Karuan, Gedung Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Hari itu, Sentul tampak menghitam.

“Warna kebesaran kita memang hitam. Hitam itu keren. Melambangkan apa adanya. Dan penderitaan rakyat itu, nyaris tidak ada yang mewakili. Bismillah, kita bergerak bersama untuk memanggul amanat penderitaan rakyat,” demikian salah seorang kader PKR kepada duta.co saat itu.

Pada saat itu, hadir Ketua Dewan Kehormatan PKR, almarhum Drs Choirul Anam. Selain menampilkan budaya daerah, di Kongres I ini sekaligus pengukuhan Ketua Umum PKR oleh Ketua Dewan Kehormatan. “Hari ini, saya kukuhkan Bapak Tuntas Subagyo sebagai Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat, selanjutnya membentuk kepengurusan di seluruh daerah beserta anggota guna melengkapi persyaratan administrasi menghadapi verifikasi faktual KPU,” demikian Ketua Dewan Kehormatan PKR, Drs Choirul Anam saat itu.

Cak Anam, panggilan akrabnya, waktu itu juga menyerahkan simbol Wayang Kulit ‘Parikesit’, putra Abimanyu, cucu Arjuna kepada Ketum PKR. Ini sebagai pesan moral, bahwa, berjuang dan memimpin itu, butuh kesabaran. Tidak boleh membiarkan nalarnya terkuasai oleh emosi. Jangan lupa berdoa, karena hidup itu tidak pernah lepas dari skenario Tuhan. “Saya memohon kepada Allah swt. semoga Pak Tuntas, Pak Sigit dan seluruh kader PKR di semua tingkatan selalu mendapat pertolonganNya,” demikian almaghfurlah Cak Anam kala itu. (mky,net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry