SURABAYA | duta.co – Dalam mengarungi kehidupan, setiap manusia selalu punya tujuan dan impian yang ingin diraih. Selain bekerja keras, manusia juga tak akan melupakan Sang Pencipta. Maka, manusia memasrahkan diri, bermunajat, seraya berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan untuk mencapai keinginannya.

Allah SWT sendiri telah menganjurkan kepada hamba-Nya agar berdoa kepada-Nya. Allah SWT berjanji untuk mengabulkan doa mereka. Ada beberapa macam cara bagaimana doa-doa manusia itu dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan mereka untuk mengajukan permohonan. Salah satunya ada di Surat Ghafir ayat 60, yang artinya:

Tuhanmu berkata, ‘Memohonlah kepada-Ku, niscaya Ku-kabulkan permohonanmu’” (Surat Ghafir ayat 60).

Namun, yang perlu diingat, pengabulan doa terjadi dalam beberapa bentuk dan berbagai cara. Syekh Ibrahim Al Bajuri, menyebut ada 3 cara Allah SWT mengabulkan doa-doa para hamba-Nya, antara lain:

  1. Terkadang Allah SWT mengabulkan segera doa hamba-Nya sesuai dengan harapan dan permohonan mereka.
  2. Ada kalanya Allah SWT menunda pengabulan doa hamba-Nya sesuai dengan harapan dan permohonan mereka.
  3. Terkadang juga Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya dengan bentuk yang berbeda dari harapan dan permohonan mereka karena tidak mengandung kemaslahatan yang bersifat kontan. Sedangkan pada gantinya terdapat kemaslahatan yang bersifat kontan.

Dari keterangan Al-Baijuri ini, kita dapat menyimpulkan bahwa beragam cara Allah mengabulkan doa hamba-Nya berkaitan dengan waktu dan bentuk dari ijabah doa itu sendiri. Keterangan ini dimaksudkan agar kita tidak berburuk sangka kepada Allah. (mg)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry