KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) (FT/YOUTUBE)

SURABAYA | duta.co – Video pendek berdurasi 2 menit 39 detik, Senin (2/12/2019) beredar luas di media sosial. Isinya penjelasan dan permohonan maaf KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) terhadap ceramahnya di Tempel, Purwodadi yang bikin heboh jagat Islam.

“Saya Ahmad Muwafiq, dengan senang saya banyak diingatkan oleh kaum  muslimin dan bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasululah. Saya (juga) sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum muslimin yang tidak ingin (cinta) Rasulullah?,” jelasnya.

Akan tetapi, jelasnya, (yang) saya sampaikan kemarin (kalimat itu) di Purwodadi sesungguhnya (adalah) itulah tantangan kita hari ini. “Bahwa milenial ini selalu berdiskusi dengan saya, tentang dua hal tersebuyt. Saya yakin dengan seyakin yakinnya, (kalau) Nur Muhammad itu memancarkan sinar. Akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya, apakah sinarnya seperti sinar lampu? Semakin dijawab semakin tidak ada jluntrungnya,” tegas Kiai Muwafiq yang tampil dengan kaos oblong putih.

Lantas kemudian terkait dengan kalimat rembes. “Rembes itu dalam bahasa Jawa artinya punya umbel. Tidak ada lain. Bahasa saya rembes itu, umbelen. Ini terkait juga dengan pertanyaan biasanya, apakah anak yang ikut kakeknya, ini kan kurang bersih. Karena kakek saking cintanya kepada cucu, sampai cucunya apa-apa juga boleh. Hal itu saja yang sebenarnya,” tambah Kiai Muwafiq.

Nah, sekarang, tegasnya, alhamdulillah saya diingatkan, terima kasih. Dan demi Allah tidak ada sedikitpun saya menghina Rasulullah. Saya dari kecil dididik untuk menghargai Rasulullah. Ini bukan masalah keyakinan, ini tantangan. Kita sering ditantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan milenial yang kadang, kita sendiri tidak tahu jawabannya. Mereka (ini) sudah tidak percaya dengan jawaban-jawaban kita,” urainya.

Untuk seluruh kaum muslimin di seluruh Indonesia, tegasnya, apabila kalimat ini dianggap terlalu lancang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud menghina.

“Mungkin hanya inilah cara Allah menegur, agar kita lebih hati-hati terhadap Rasulullah. Dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tetapi, (bagi) beberapa orang menganggap kalimat ini, cukup berat. Kepada seluruh kaium muslimin saya mohon maaf,” tutupnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry