Dr. Mukholis (tengah) bersama Wakil Ketua DPRD Wonosobo Achmad Faqih, Ketua Komisi D Suwondo, KADISPORA Wonosobo Musofa, Kabid PAUD DIKMAS Drs. Seno, dan pengurus FK PKBM Wonosobo.

WONOSOBO | duta.co – Suasana berbeda tampak di Atrium Pasar Induk Wonosobo, Kamis (9/7/2026). Jika biasanya pasar dipenuhi aktivitas jual beli, kali ini masyarakat disuguhi pemandangan yang tak biasa. Sebanyak 282 lulusan Pendidikan Kesetaraan PKBM PROSPEK mengikuti prosesi Wisuda Peduli, sebuah konsep kelulusan yang memadukan seremoni wisuda dengan aksi berbagi kepada masyarakat.

Mengusung tema “Dari Pasar, Menyalakan Harapan”, kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan PKBM PROSPEK terhadap Gerakan MAYO SEKOLAH Kabupaten Wonosobo, sekaligus mengajak masyarakat memandang pendidikan sebagai gerakan sosial yang hadir di tengah kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 100 Paket Harapan yang berisi perlengkapan sekolah, Buku Jalan Kesetaraan, dan surat semangat dibagikan kepada anak-anak yang akan memasuki jenjang pendidikan. Aksi tersebut dilakukan langsung oleh para wisudawan sebagai simbol bahwa kelulusan bukan hanya tentang menerima ijazah, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Dr. Drs. H. Musofa, M.Pd., didampingi Kepala Bidang PDPO Drs. Seno, Kasi Dikmas beserta jajaran, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo H. Achmad Faqih, M.H., Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo H. Suwondo Yudhistira, M.Ag., yang juga merupakan Dewan Pembina Yayasan Prospek, serta jajaran Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Wonosobo.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Wonosobo menyampaikan apresiasi atas kiprah PKBM PROSPEK dalam mendukung penuntasan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya, PKBM PROSPEK terus menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung Gerakan MAYO SEKOLAH, agar semakin banyak warga memperoleh kesempatan belajar sepanjang hayat.

Dr. Musofa turut mengapresiasi perjalanan Kepala PKBM PROSPEK, Dr. H. A. Mukholis, yang merupakan alumni Paket C dan kini mampu meraih gelar doktor sekaligus menulis buku Jalan Kesetaraan.

“Ini membuktikan bahwa Pendidikan Kesetaraan mampu melahirkan pribadi-pribadi yang terus berkembang dan menginspirasi,” ungkapnya.

Ia mengaku terharu melihat konsep Wisuda Peduli, karena menurutnya kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo, H. Suwondo Yudhistira, M.Ag., mengungkapkan bahwa semangat belajar Kepala PKBM PROSPEK patut menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Menurutnya, perjalanan dari alumni Paket C hingga meraih gelar doktor sekaligus tetap aktif melanjutkan pendidikan merupakan bukti bahwa belajar tidak mengenal batas usia.

Ia juga menilai berbagai gagasan yang lahir dari PKBM PROSPEK selalu menghadirkan warna baru dalam pengembangan Pendidikan Kesetaraan.

“Gagasan menyelenggarakan Wisuda Peduli di Pasar Induk Wonosobo merupakan terobosan yang luar biasa. Tidak hanya memberi makna baru bagi sebuah wisuda, tetapi juga menghidupkan ruang publik sebagai ruang pendidikan,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi terhadap pembagian Buku Jalan Kesetaraan serta aksi para wisudawan yang membagikan 100 Paket Harapan kepada anak-anak sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan.

Menurutnya, pemilihan Pasar Induk Wonosobo sebagai lokasi kegiatan juga membawa dampak positif karena mampu menghadirkan keramaian baru yang diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi para pedagang.

Pada tahun pelajaran 2025/2026, PKBM PROSPEK meluluskan 282 peserta didik, terdiri atas 8 lulusan Paket A, 61 lulusan Paket B, dan 213 lulusan Paket C.

Sejak meluluskan angkatan pertama pada tahun 2007, PKBM PROSPEK telah menghasilkan 4.118 alumni Pendidikan Kesetaraan, yang kini tersebar di berbagai profesi dan terus berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui Wisuda Peduli, PKBM PROSPEK ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti pada seremoni kelulusan. Pendidikan menemukan makna ketika ilmu pengetahuan melahirkan kepedulian, menggerakkan masyarakat untuk terus belajar, dan menghadirkan harapan bagi sesama.(*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry