Kepala Divre Bulog Jatim, Muhammad Hasyim memberangkatkan armada untuk OP KPSH di halaman Bulog Jatim, Rabu (25/9/2019) didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Tri Bagus Sasmito serta tim dari Satgas Pangan. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jawa Timur menyiapkan 250 ribu ton beras medium. Beras dengan harga konsumen Rp 8.500 per kilogram itu akan didistribusikan ke sejumlah pasar di Jatim untuk operasi pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

OP KPSH ini mulai dibuka Rabu (25/9/2019) oleh Kepala Divre Bulog Jatim, Muhammad Hasyim bersama Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Tri Bagus Sasmito serta tim dari Satgas Pangan.

Di tahap awal beras ratusan ribu ton itu digelontorkan ke 43 pasar di Jatim. Di mana 10 di antaranya adalah pasar di kawasan Surabaya.

“Dari 250 ribu ton itu, 49 ribu ton sudah disalurkan. Kalau kurang akan kita tambah. Jangan khawatir. Stok kita masih banyak. Ada 590 ribu ton di gudang,” ujar Mohammad Hasyim.

Hasyim menyadari stok beras premium di pasaran kemungkinan besar berkurang. Karena saat ini masih musim kemarau sehingga belum ada panen.

Dikhawatirkan dengan stok yang menipis ini harga akan ikut naik. “Tugas Bulog menyediakan stok dan menyetabilkan harga. Sebelum harga benar-benar naik, kita antisipasi,” tandas Hasyim.

Untuk OP KPSH ini, Bulog bekerjasama dengan para distributor dan pedagang-pedagang beras. Mereka bisa membeli produk Bulog ini dengan harga yang jauh lebih murah.

“Kita jual ke distributor dan pedagang Rp 8.100 per kilogramnya. Kalau ke user Rp 8.500 per kilogram,” ungkap Hasyim.

Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi momen-momen penting di akhir tahun yakni perayaan Natal dan tahun baru.

“Sekali lagi kita harus antisipasi. Kalau sudah kejadian baru OP kan tidak bagus. Sebelum kejadian kita antisipasi,” tukas Hasyim.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim, Tri Bagus Sasmito mengatakan sejauh ini komoditas bahan pokok, harganya masih relatif stabil.

“Pantauan di 119 pasar di Jatim, harga sembako masih belum ada kenaikan. Terutama beras, minyak goreng, terigu dan gula,” ungkap Bagus.

Yang saat itu mengalami penurunan harga, kata Bagus adalah bawang merah. Harga di tingkat petani Rp 5.000 per kilogram. Karena  saat ini sedang panen raya terutama di kawasan Sukomoro Nganjuk.

“Yang juga mulai turun harga adalah cabai, kini harga Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram,” tukas Bagus.

Bagus mengapresiasi langkah Bulog Jatim melakukan OP ini. Ini langkah antisipatif yang memang harus dilakukan. “Kalau ada kejadian nggak gupuh (tidak panik,red),” tukas Bagus.

Dalam waktu dekat, kata Bagus, Disperindag juga akan melakukan pasar murah di seluruh daerah di Jatim. Dalam hal ini, Disperindag akan menggandeng Bulog untuk berkeliling maupun ke lokasi-lokasi tertentu.

“Untuk menyambut HUT Jawa Timur, kami akan gelar selama satu bulan penuh mulai pertengahan Oktober hingga November,” tutur Bagus. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry