SCREENING: Tampak salah satu pegawai Rutan Klas I Medaeng saat menjalani screening hepatitis.Sebanyak 46 tenaga kesehatan diterjunkan untuk melakukan tes kepada 250 orang WBP-Petugas Rutan Duta/ Henoch Kurniawan

SURABAYA | duta.co – Sebanyak 250 pegawai dan Napi Rutan Klas I Medaeng discreening. Kegiatan itu merupakan rangkaian dari peringatan Hari Hepatitis Dunia yang jatuh pada 28 Juli lalu. Kegiatan ini menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan RS Saiful Anwar Malang dan Dinas Kesehatan Jatim.

Screening test hepatitis itu dilakukan di Aula Rutan Kelas I Surabaya. Sebanyak 46 tenaga kesehatan diterjunkan untuk melakukan tes kepada 250 orang WBP-Petugas Rutan. Termasuk tenaga kesehatan yang berasal dari Perhimpunan Ahli Teknologi Laboratorium Medis Indonesia (Patelki).

dr Bogi Pratomo SpPD, KGEH, Kepala Divisi Gastroenterohepatologi, Departemen Penyakit Dalam FK UB mengungkapkan, kegiatan kali ini sebagai upaya pihaknya untuk mengeliminasi pengidap hepatitis di Rutan Kelas I Surabaya. Mengingat lingkungan lapas/ rutan termasuk yang paling rentan.

“Kami berharap dari kegiatan ini bisa mengetahui kondisi WBP sehingga bisa mengambil langkah selanjutnya,” terangnya, Senin (12/8).

Ketua panitia dr Syifa Mustika SpPD, KGEH, mengungkapkan, kegiatannya telah ada sejak 2012. Mereka menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, anak jalanan  Di kesempatan yang keenam ini, kegiatan dipusatkan di Rutan Surabaya. “Sebelumnya pada 2016 kami juga  telah melakukan hal serupa di Lapas Kelas I Malang,” ungkapnya.

Mewakili Kanwil Kemenkumham Jatim, drg Ediastuti Titisari mengungkapkan bahwa hepatitis lebih mudah penularannya. Sehingga orang yang berada di lingkungan lapas/ rutan lebih rentan tertular. Untuk itu, dia sangat berterima kasih atas kegiatan ini.

“Hepatitis ini lebih mudah menular dari HIV/ AIDS, sehingga langkah preventif seperti ini sangat diperlukan,” tambah Ediastuti.

Pernyataan ini diamini Karutan Medaeng Teguh Pamuji. Menurutnya, kondisi rutan yang memiliki 2.981 WBP itu memang sangat rentan untuk penyebaran penyakit menular. Hal ini dikarenakan interaksi yang sangat intens antar  WBP dan petugas. “Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan bisa merambah ke pencegahan penyakit lainnya,” harap Teguh.

Sedangkan Nurmah Indrijati S.KM selaku Pengelola Program Hepatitis Dinkes Jatim mengungkapkan pihaknya siap mendukung dengan menyediakan alat kesehatan yang dibutuhkan. eno

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry