
SURABAYA | duta.co – Malaysia masih menjadi salah satu tujuan utama masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri.
Di antara berbagai kota tujuan, Melaka dikenal sebagai salah satu destinasi wisata medis favorit. Salah satunya karena kehadiran Mahkota Medical Centre. Ini adalah rumah sakit yang telah dipercaya pasien Indonesia selama lebih dari 25 tahun.
Kini, Mahkota memulai pembangunan gedung rumah sakit baru 10 lantai yang akan meningkatkan kapasitas menjadi 430 tempat tidur pada 2029. Fasilitas ini guna memenuhi permintaan layanan kesehatan yang terus meningkat.
Blok baru tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang rawat inap tambahan, pusat kanker yang lebih luas, ruang operasi, hingga unit perawatan intensif (ICU) berbasis teknologi pintar.
Selain itu, Mahkota juga akan menghadirkan laboratorium patologi digital, teknologi diagnostik yang lebih cepat dan akurat, serta konsep SMART Hospital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien.
Chief Executive Officer Mahkota Medical Centre, Teo Chin Yee, mengatakan pengembangan ini akan memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus-kasus medis yang lebih kompleks sekaligus meningkatkan pengalaman pasien.
“Melalui investasi pada infrastruktur klinis, teknologi, dan sistem kerja yang lebih modern, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat posisi Mahkota sebagai rumah sakit swasta terbesar di Melaka pada 2029,” ujarnya.
Tak hanya menambah fasilitas, Mahkota juga berencana meningkatkan jumlah tenaga perawat dan tenaga kesehatan hingga 10 persen guna mendukung pertumbuhan layanan kesehatan dan sektor wisata medis di Melaka.
Mahkota sendiri dikenal sebagai salah satu pelopor inovasi layanan kesehatan di Malaysia. Rumah sakit ini menjadi yang pertama di negara tersebut yang menghadirkan SMART Ward generasi terbaru serta robot bedah Hinotori™ untuk berbagai prosedur medis.
Mahkota juga menjadi rumah sakit pertama di Malaysia yang meraih Joint Commission International (JCI) Triple Gold Seal dan rumah sakit pertama di wilayah selatan Malaysia yang memperoleh akreditasi MSQH Edisi ke-7.
Ekspansi ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan akibat populasi yang semakin menua.
Berdasarkan proyeksi Department of Statistics Malaysia (DOSM), penduduk Malaysia berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 15,3 persen pada 2050, sementara kelompok usia di atas 65 tahun diproyeksikan mencapai 18,3 persen pada 2060.

Chief Executive Officer HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan pengembangan Mahkota merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan dan memperkuat kapasitas klinis di kawasan Asia Tenggara.
“Permintaan terhadap layanan kesehatan spesialis terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia dan penyakit kronis. Investasi ini mencerminkan komitmen HMI Medical dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat lokal maupun pasien internasional,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Negara Bagian Melaka menyambut positif investasi tersebut. Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Utama Ab Rauf Yusoh, menilai pengembangan Mahkota akan semakin memperkuat posisi Melaka sebagai salah satu pusat medical tourism terkemuka di Malaysia.
Dengan penambahan kapasitas, teknologi medis terbaru, serta layanan kesehatan yang semakin lengkap, Mahkota Medical Centre diharapkan mampu memenuhi meningkatnya permintaan pasien domestik maupun internasional, termasuk dari Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing Melaka sebagai destinasi wisata medis di kawasan Asia Tenggara. ril/lis






































