UCT 2026 diikuti 230 pecatur muda dari SD hingga perguruan tinggi di Surabaya

SURABAYA | duta.co — Perkembangan olahraga catur di kalangan pelajar dan mahasiswa kembali terlihat dalam Unesa Chess Tournament (UCT) 2026. Turnamen tingkat nasional yang digelar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut diikuti 230 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Jumlah peserta UCT 2026 mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta berada di kisaran 150 orang, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 230 pecatur.

Para peserta berasal dari SD, MI, SMP, MTs, SMA hingga perguruan tinggi. Dalam kompetisi tersebut, peserta dikelompokkan ke dalam kategori U-15 dan U-25.

Ketua Pelaksana UCT 2026, Muhammad Faiz Sirskul Ramadhan, mengatakan turnamen tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan. Menurutnya, pertandingan juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan memperoleh pengalaman kompetitif.

“Tujuan UCT sendiri itu sebuah ajang turnamen yang bukan sekadar mencari kemenangan saja, namun juga sebagai platform tempat berkembang atlet dan menambah pengalaman,” ujarnya Sabtu,(12/9/2026).

Faiz menyampaikan, bertambahnya jumlah peserta menjadi salah satu hal yang menggembirakan dalam penyelenggaraan UCT tahun ini.

“Jumlah peserta UCT 2026 ini alhamdulillah sudah menginjak 230,” katanya.

Keterlibatan peserta dari berbagai tingkat pendidikan membuat kompetisi tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga mempertemukan pecatur muda dengan pengalaman dan latar belakang kemampuan yang beragam.

Sementara itu, Ketua King Knight Kreatif, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menjelaskan penyelenggaraan UCT setiap tahun juga melibatkan tim perwasitan. Kehadiran perangkat pertandingan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga jalannya kompetisi.

“Kami selaku tim perwasitan yang bertugas untuk menghandel wasit catur Unesa,” jelas Hesnud.

Menurut Hesnud, pertumbuhan jumlah peserta pada UCT 2026 merupakan capaian yang patut diapresiasi. Ia membandingkan jumlah peserta tahun ini dengan penyelenggaraan sebelumnya yang hanya sekitar 150 orang.

“Pada tahun ini peserta UCT 2026 mencapai 230, ini pencapaian yang luar biasa karena sebelumnya kurang lebih sekitar 150 peserta,” tambahnya.

Hesnud juga menekankan pentingnya memberikan ruang kompetisi kepada pecatur junior. Pembinaan sejak usia sekolah dinilai menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan regenerasi atlet catur di masa mendatang.

“Karena dari junior atau pelajar itu adalah generasi penerus bangsa, bakal cikal bakal menjadi bibit atlet potensial untuk masa depan percaturan di Indonesia,” ujarnya.

Peningkatan jumlah peserta UCT 2026 menunjukkan kompetisi catur masih memiliki daya tarik kuat di lingkungan pendidikan. Dengan mempertemukan pecatur dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi, turnamen ini sekaligus menjadi ruang pembinaan dan pencarian bibit baru bagi percaturan Indonesia.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry