Ratusan peserta mengikuti Garam Cap Kapal Checkmate Junior Championship di BG Junction Mall Surabaya dengan lebih dari 230 pecatur muda dari berbagai daerah

SURABAYA l duta.co – Garam Cap Kapal Checkmate Junior Championship sukses digelar di BG Junction Mall Surabaya, Minggu (19/7/2026), dengan diikuti lebih dari 230 pecatur muda dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Surabaya, Jakarta, NTB, Banyuwangi, Ponorogo, dan Sumenep.

Ketua King Knight Creative, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menyatakan bahwa tingginya partisipasi dari luar kota menjadi bukti bahwa turnamen ini telah menjelma menjadi daya tarik sport tourism. Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari NTB, Sumenep, Banyuwangi, Ponorogo, hingga Jakarta.

“Kemarin sudah hadir di Pakuwon Mall, sekarang juga hadir di BG Junction. Jadi, ada beberapa peserta yang menginap di Surabaya, yang dari luar kota. Ini berarti catur sudah memberikan kontribusi terhadap tingginya sport tourism, sport education, dan sportainment,” ujar Hesnud Daulah.

Turnamen ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan catur akhir pekan di Surabaya. Sehari sebelumnya, King Knight Creative menggelar turnamen serupa di HomePro Atrium, Pakuwon Mall. Artinya, Surabaya penuh dengan kegiatan catur selama tiga hari berturut-turut, dari Jumat hingga Minggu.

Para juara di setiap kategori pada turnamen ini berhak melaju ke Champions War yang dijadwalkan pada November 2026. Pemenang Champions War kemudian akan bertarung di Grand Final untuk memperebutkan fasilitas mengikuti turnamen FIDE Rated yang akan diselenggarakan Garam Cap Kapal pada Desember 2026. Sistem berjenjang ini sengaja dirancang untuk menjaga motivasi dan semangat para atlet junior.

“Tujuannya nanti setelah ketemu juara di Champions War, kemudian berjenjang lagi naik kepada Grand Final. Di sini para atlet tetap bersemangat karena ada harapan dan cita-cita yang ingin diraih,” jelas Hesnud.

Apresiasi tinggi datang dari para orang tua yang hadir. Mereka menilai konsistensi turnamen ini memberikan ruang bagi putra-putri mereka untuk berkompetisi dan belajar. Hesnud mengaku terharu dengan respons positif yang diterima.

“Saya sangat terharu karena banyaknya wali atlet yang mengapresiasi tidak henti-hentinya. Mereka mengatakan, terima kasih Pak Hesnud sebagai pelopor maraknya turnamen catur sehingga putra-putrinya ada kesempatan, peluang, ada ruang untuk bisa mengikuti kompetisi sekaligus berlatih biar tetap semangat,” tuturnya.

Salah satu momen mengharukan datang dari wali atlet asal Sumenep yang menyampaikan rasa terima kasih berulang kali. Putranya yang masih berusia enam tahun baru pertama kali mengikuti turnamen di luar Kejurprov dan langsung meraih juara pada ajang Garam Cap Kapal kali ini.

Selain antusiasme, para orang tua juga menyampaikan harapan besar agar legalitas Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Surabaya segera terbit. Legalitas ini dinilai penting untuk memperkuat nilai piagam penghargaan turnamen yang dapat digunakan sebagai jalur prestasi di sekolah.

“Mereka berharap Percasi Kota Surabaya ini ada legalnya, sehingga piagam penghargaan di setiap event nantinya ada tanda tangan dari Percasi Kota Surabaya. Sertifikat itu menjadi poin penting sebagai jalur prestasi ke sekolah,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Hesnud memohon doa agar SK dari Pengprov Percasi Jawa Timur segera dikeluarkan. Ia menyatakan dukungan dan semangat dari para wali atlet di seluruh Jawa Timur menjadi sumber kekuatan untuk terus berkarya menciptakan berbagai varian event pengembangan kompetensi catur. Kendati dihadapkan pada berbagai tantangan, Hesnud menegaskan bahwa motivasi dari orang tua menjadi alasan utama untuk tidak patah semangat. “Jangan patah, jangan patah semangat, jangan kendor,” demikian pesan para wali atlet yang terus didengungkan kepadanya.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry