Gubernur Khififah memegang kendi yang akan dipecahkan untuk pelepasan ekspor 15 ton udang beku ke Jepang di area INAGRO Expo and Business Forum 2022 Grand City Convex, Kamis (11/8/2022). DUTA /ist

Diharapkan Jadi Indikator Percepatan Ekonomi Jatim

SURABAYA | duta.co  – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 15 ton udang beku ke Jepang, Kamis (11/8/2022). Pelepasan itu dilakukan di sela pembukaan INAGRO Expo and Business Forum 2022 Grand City Convex Surabaya.

Ekspor ini sebagai sebuah langkah nyata pemulihan ekonomi Jawa Timur setelah pandemi Covid-19.

Udang yang diekspor ke Jepang itu adalah jenis udang faname yang dihasilkan para petani di Banyuwangi, Jember dan daerah lainnya.

Udang faname memang termasuk jenis udang yang disukai pasar ekspor karena kualitasnya bagus dibanding jenis udang lainnya.

“Kami sudah sering kali ekspor jenis udang ini. Dan 90 persen pasarnya memang ke Jepang,” kata Supervisor Ekspor Impor Departement PT Istana Cipta Sembada, Reza Ramadhana.

Dikatakab Reza, ekspor udang beku sudah dilakukan sejak lama. Pada saat awal pandemi Covid-19 memang sempat terhenti, namun pada pertengahan 2021 sudah kembali ekspor.

“Dalam sebulan itu 18 kontainer ukuran antara 20 ton hingga 25 ton dalam satu kontainernya,” ungkap Reza.

Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto mengapresiasi ekspor yang dilakukan para pelaku usaha. Kadin Jatim sendiri terus mendorong peningkatan ekspor itu termasuk komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan. “Tiga sektor itu menjadi andalan Jawa Timur karena potensinya yang sangat besar,” ujarnya.

Selama ini Kadin Jatim ditugasi melalui untuk melakukan percepatan ekspor pasca pandemi Covid-19 melalui Export Center. “Kita ditarget bisa mengekspor segala komoditas Jatim sebesar USD 100 juta di 2022 ini,” tukasnya.

Harapannya dengan peningakatan ekspor Jatim ini bisa mendongkrak perekonomian. Karena ekspor ini jadi variabel penting petumbuhann ekonomi di Jatim.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Budi Hanoto juga mengapresiasi ekspor yang dilakukan kalangan pelaku usaha termasuk ekspor udang beku.

“Ini salah satu indikator percepatan pertumbuhan ekonomi setelah pandemi Covid-19,” tukasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry