PENGHARGAAN : Dirut Rumah Zakat Nur Efendi  menerima penghargaan dalam kiprahnya memberdayakan Indonesia melalui 4 rumpun pemberdayaan. (duta/dok)

SURABAYA | duta.co –Sudah 21 Tahun Rumah Zakat hadir bersama memberdayakan Indonesia melalui 4 rumpun pemberdayaan, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan.  Sebanyak 1.259 Desa Berdaya binaan Rumah Zakat tersebar di 30 provinsi dan 213 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Di  akhir tahun 2018 lalu,  4,6 Juta orang telah menjadi penerima manfaat  dari Layanan.

Dari program pemberdayaan tersebut tahun 2018 Rumah Zakat mendapatkan berbagai apresiasi, diantaranya 1st Champion Indonesia Original Brand Award, 1st Winner Indonesia Best E-Mark Award, Penghargaan Anugerah Syariah Republika, WTP 12 kali berturut-turut untuk audit keuangan sejak tahun 2006, dan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 untuk kategori The Provision of Customer Relationship Management for Donors setelah sebelumnya lulus sertifikasi ISO 9001:2015 untuk kategori The Provision of Zakat Distribution.

Berdasarkan prediksi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terdapat 2.500 bencana yang bisa terjadi di tahun 2019 ini, maka Rumah Zakat menguatkan peran kemanusiaan melalui Rumah Zakat Action. Hal tersebut bertujuan untuk ikut serta membantu warga yang terdampak bencana, baik di Indonesia maupun di dunia.

“Tim kemanusiaan inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak Rumah Zakat dalam hal kemanusiaan, terutama dalam hal Penanggulangan bencana. Tim Rumah Zakat Action ini akan berperan mulai dari mitigasi bencana melalui pembentukan desa tangguh di Desa Berdaya Rumah Zakat, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dengan lebih terstruktur dan terukur bagi suatu wilayah terdampak bencana agar dapat bangkit kembali,” tutur Direktur Utama Nur Efendi.

Seperti bencana Tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa waktu lalu, Rumah Zakat Action yang merupakan Unit Penanggulangan Bencana Rumah Zakat telah menurunkan 50 relawan untuk membantu proses evakuasi dan mengirimkan bantuan sejak hari pertama bencana terjadi.

Rumah Zakat Action telah menyiapkan Program Penanggulangan Bencana berdasarkan fase dan jangka waktu yang ditetapkan pemerintah setempat, mulai dari fase tanggap darurat, fase transisi, dan fase recovery yang merupakan program pemberdayaan berkelanjutan.

Selain pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, Rumah Zakat juga akan membentuk Program Kesiap-siagaan Bencana di wilayah Desa Berdaya yang berpotensi terkena bencana. Masyarakat di wilayah binaan Rumah Zakat, nantinya akan mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai kesiap-siagaan bencana.

“Dengan adanya Rumah Zakat Action yang mempunyai Program Kesiap-siagaan Bencana di wilayah Desa Berdaya, diharapkan masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana akan lebih sigap. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk antisipasi untuk menyelamatkan diri dari bencana,” lanjut Nur.

Selama tahun 2018, total aksi Penanganan Bencana yang telah dilakukan Rumah Zakat antara lain terbentuknya 40 desa tangguh bencana, empat sekolah siaga bencana, serta aksi penanganan tanggap darurat pada 162 titik bencana dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 301.145 orang.

Di sisi lain, sepanjang 2018 program kemanusiaan luar negeri telah dilaksanakan di Palestina, Suriah, Bangladesh, dan Myanmar, dengan 19 jenis bantuan yang telah membantu  orang penerima manfaat, seperti sembako, obat-obatan, selimut, solar cel, sekolah, dan lain sebagainya. Kami juga mencoba untuk membuat model Desa Berdaya sebagai program pemulihan bencana secara berkelanjutan, hal ini sudah diimplementasi pada lokasi bencana gempa-tsunami Lombok dan di Palu. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.