

Rektor Unusa, Prof Triyogi Yuwono mengatakan untuk menuju rangking 600 itu, Unusa sendiri akan fokus pada SDG’s no 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta no 17 yakni Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.
Dikatakan Prof Triyogi, untuk mencapai target itu, dibutuhkan kerjasama semua sivitas akademika Unusa. “Bersama kita mewujudkan tujuan,” tandasnya.
Sebelumnya pada 2025, saat Rektor dijabat Prof Achmad Jazidie, menduduki peringkat 1.500. Prof Jazidie mengatakan masuknya Unusa ke dalam Impact Rankings adalah bukti nyata bahwa upaya kami dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi yang berpihak pada keberlanjutan dan pengabdian kepada masyarakat telah mendapat pengakuan global.
THE Impact Rankings merupakan satu-satunya pemeringkatan internasional yang menilai universitas berdasarkan komitmen dan kontribusi mereka terhadap 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mencakup aspek seperti pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, tindakan terhadap perubahan iklim, kemitraan global, dan lainnya.
Memang dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Lain di Surabaya seperti Uniar dan ITS yang juga masuk dalam THE Impact Rankings, posisi Unusa masih di bawahnya, Tetapi masuknya Unusa di dalam peringkat THE merupakan bukti semakin banhaknya pengakuan oleh lembaga internasional tentang capaian capaian yang telah diraih oleh Unusa.
Dengan masuknya Unusa ke dalam jajaran kampus berdampak global versi THE, menunjukkan bahwa apa yang dilakulan oleh institusi pendidikan di Surabaya telah memiliki dampak signifikan dalam mendukung agenda global untuk masa depan yang berkelanjutan.
Meskipun demikian, Prof Jazidie juga mengingatkan tentang tetap pentingnya selalu berikhiar melakukan sesuatu yang lebih baik. ‘Tantangan perguruan tinggu semakin berat. Karena itu, seluruh sivitas akademika Unusa terus dituntut melakukan kerja kreatif dan inovatif untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat untuk masyarakat,’ sambungnya. ril/lis