oplus_0

SURABAYA I duta.co – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menunjukkan tren kinerja keuangan yang cukup kuat selama tahun 2024. Pasalnya, pembagian deviden pada tahun itu sebesar Rp71,6 miliar dan setoran pajak Rp 59 miliar.

Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, menjelaskan, jumlah pencapaian itu menjadi bukti konkret perusahaan yang kokoh dan mampu melampaui kinerja sebelum pandemi COVID-19. Bahkan, kinerja keuangan SIER terus mengalami pertumbuhan signifikan sejak tahun buku 2022.

Didik menjelaskan, tahun 2022, perseroan membagikan dividen sebesar Rp 48,5 miliar, meningkat menjadi Rp 66,3 miliar pada tahun 2023, dan kembali naik menjadi Rp 71,6 miliar pada tahun buku 2024. Capaian ini menjadi indikator kuat atas efektivitas strategi bisnis, tata kelola, dan optimalisasi aset perusahaan, meskipun di tengah tantangan ekonomi nasional dan global yang dinamis.

“Alhamdulillah, berkat rahmat Tuhan, kami mampu mencapai kinerja yang sangat baik. Ini merupakan kinerja paling kokoh dalam dua dekade terakhir,” ujar Didik dalam Paparan Publik Capaian Kinerja Tahun 2024 PT Sier, Senin (30/5/2025).

Menurutnya, keberhasilan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk beroperasinya kawasan industri seluas 21, sekian miliar meter persegi dan pengelolaan lahan seluas hampir 1000 hektar di SIER Rungkut. PT SIER juga tengah mengembangkan kawasan industri baru di Ngawi dengan potensi lahan mencapai 1000 hingga 2000 hektar.

Proyek ini menjanjikan peningkatan aset perusahaan hingga lebih dari Rp20 triliun, bergantung pada hasil appraisal. Didik mengungkapkan bahwa lokasi strategis SIER Rungkut menjadi kunci daya tarik investasi.

Proses pengembangan kawasan industri di Ngawi juga berjalan lancar. Seluruh persyaratan telah diajukan, dan tim terpadu telah melakukan survei lapangan. PT SIER berharap mendapatkan persetujuan untuk pengembangan lahan seluas 800 hektar.

Didik mengaku optimis terhadap prospek industri di Jawa Timur, khususnya di tengah dinamika global. Relokasi industri dari China akibat ketegangan antara China dan Amerika Serikat menciptakan peluang besar bagi Indonesia. PT SIER telah menerima kunjungan investor dari China yang tertarik untuk merelokasi usahanya seluas 400 hektar ke kawasan industri di Ngawi.

“Kita optimistis Jawa Timur akan menjadi kawasan industri yang kompetitif, tidak hanya di tingkat regional Asia Tenggara, tetapi juga internasional,” tegas Didik.

PT SIER berkomitmen untuk memanfaatkan peluang ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Didik berharap dengan masuknya investasi baru, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dapat mencapai 8%, menciptakan lapangan kerja yang signifikan, dan menjadikan Jawa Timur sebagai pusat industri di Indonesia Timur.

Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur untuk menjadikan Jawa Timur sebagai “gerbang baru Nusantara” dalam menarik investasi. Keunggulan strategis pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu masuk internasional menjadi modal utama dalam mewujudkan hal tersebut.

Dengan mengoptimalkan potensi agribisnis dan logistik, katanya, PT SIER siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Sier, Suwartomo mengapresiasi atas capaian kinerja selama tahun 2024. Capaian itu menjadi prestasi yang luar biasa.

“Ini laba tersebar sepanjang berdirinya PT SIER. Paparan ini menjadi bagian dari transparansi dan akuntabilitas kepada publik dan pemodal,” katanya.

Suwartomo mengaku, PT SIER selalu menunaikan tanggung jawab dari pemerintah dengan mendorong pertumbuhan UKM dan industri yang bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan. “Kami yakin prestasi ini tidak hanya sampai di sini, tetap akan berkelanjutan dan meningkatkan kinerja PT SIER dari tahun ke tahun,” tandasnya. (zi)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry