(kika) Jajaran Direksi PTPN X  Slamet Djumantoro (Direktur Komersil), Aris Toharisman (Direktur Operasional), Dwi Satriyo Annurogo (Direktur Utama) menerima tebu yang diberikan oleh Ketua DPD APTRI PTPN X, H. Mubin di sela acara Selamatan Buka Giling 2019, Rabu (24/4). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  PT Perkebunan Nusantara X membukukan kinerja positif di 2018 lalu. Perusahaan mencatat laba sebesar Rp 105,68 miliar.

Jumlah itu diperoleh dari total pendapatan sepanjang 2018 yang mencapai Rp 2.597 triliun.

Ini adalah lonjakan kinerja yang luar biasa. Melampaui rencana kerja dan anggaran perusahaan 2018 yang ditargetkan laba sebesar Rp 104 miliar.

Direktur Utama  PTPN X Dwi Satriyo Annurogo mengatakan di 2019 PTPN X akan terus menggenjot kinerja hingga bisa melampaui capaian 2018.

“Harus digenjot dan kami optimis 2019 target bisa terlampaui,” ujarnya saat Selamatan Buka Giling 2019 di Kantor Pusat PTPN X Surabaya, Rabu (24/4).

Untuk bisa mencapai target 2019 ini PTPN X manargetkan bisa memproduksi 352.184 ton gula dengan jumlah tebu digiling sebesar 4,3 juta  ton.

Dengan tingkat rendemen 8,15 persen dsn produktivitas ditargetkan sebesar 18,54 ton per hektar.

Diakui Dwi Satriyo di 2018 PTPN X bisa memproduksi gula sebesarb336.259 ton dari 4,1 juta ton tebu dengan rendemen 8,14 persen.

“Di 2018 kita memberikan kontribusi 15 persen dari total produksi gula nasional,. PTPN X sebagai produsen gula kristal putih terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Dikatakan Dwi Satriyo pihaknya telah melakukan evaluasi mendalam terkait hasil giling 2018. Evaluasi itu dijadikan dasar perbaikan baik di sisi on farm maupun off farm agar target bisa tercapai.

Di sisi on farm,  pengelolaan dan monitoring lahan terus ditingkatkan ditunjang dengan penggunaan e-farming.

 “Sedangkan di off farm,  maintenance pabrik juga dilakukan secara berkala dan ditunjang dengan steam test yang dilakukan sebelum masa giling dimulai,” jelas Dwi sembari mengungkapkan jika target luas areal lahan tahun ini 56.811 hektar sementara pada 2018 sebesar 56.155 hektar. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.