Dirut BRISyariah Moch. Hadi Santoso (duta.co/dok)

JAKARTA | duta.co -BRIsyariah berhasi membukukan kinerja cukup baik tahun 2018.  BRIsyariah membukukan laba sebesar Rp 776,771 miliar, meningkat 30,35% dibanding 2017. Sejalan dengan hal tersebut, asset BRIsyariah juga tumbuh sebesar 20,20% YOY menjadi Rp37,91 triliun dari Rp31,54 triliun di tahun 2017.

Kinerja positif BRIsyariah di tahun 2018 ditunjang Dana Pihak Ketiga khususnya dana murah (CASA) melalui pemanfaatan akses jaringan layanan haji dan payroll karyawan dan secara YOY, pertumbuhan dana murah BRIsyariah di tahun 2018 naik sebesar 24,02%.

Selain tabungan payroll, dukungan terhadap ekosistem haji umrah menjadi kunci peningkatan CASA.  Dukungan ini ditunjukkan tidak hanya melalui produk tabungan, tapi juga MoU dengan Al Rajhi Bank untuk remitansi yang ditandatangani pada 29 Maret 2019.

Dirut BRISyariah Moch. Hadi Santoso mengatakan di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan yang memiliki profil risiko rendah pendorong pertumbuhan pembiayaan. Di tahun 2018 BRIsyariah pertumbuhan pembiayaan 14,96%. Pada tahun 2019, pembiayaan BRIsyariah akan tetap fokus pada segmen bisnis konsumer sebagai long-term key growth driver dan komersil sebagai short-term key growth driver yang diharapkan dapat menciptakan trickle down business bagi segmen bisnis lainnya termasuk konsumer.

“Namun di sisi lain, BRIsyariah juga akan fokus pada pengelolaan Non-Performing-Financing dan terus mengevaluasi kontrol terhadap risiko untuk menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan pengendalian risiko yang memadai,” jelasnya.

Sinergi dengan induk pun akan terus ditingkatkan di berbagai bidang, antara lain Sumber Daya Insani dan pengembangan jaringan untuk pendalaman pasar di wilayah-wilayah “blank-spot” BRIsyariah baik di bidang pendanaan, transaksi bisnis maupun operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis dengan cara efisien.

“Sinergi ini terwujud melalui Kantor Layanan Syariah atau yang disebut dengan KLS (yaitu unit kerja BRI yang melayani transaksi Syariah) yang jumlahnya akan terus bertambah. Tercatat pada bulan Desember 2018, terdapat 1.103 KLS di unit kerja BRI di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara di platform digital BRIsyariah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah antara lain dengan pengembangan produk digital yang telah ada, melalui layanan integrasi dari Internet Banking (iBank) dan Mobile Banking andalah BRIsyariah, yaitu BRIS Online. Keduanya adalah fondasi bagi peningkatan dana murah dan pendapatan jasa BRIsyariah. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.