Tampak suasana Gathering dan Penandatanganan SPJB antara Distributor pupuk bersubsidi dengan PT Pupuk Kaltim di Hotel Grand Inna Malioboro,Yogjakarta. (DUTA.CO/MKY)

YOGJAKARTA | duta.co – PT Pupuk Kalimantan Timur melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyaluran pupuk bersubsidi selama tahun 2017 di wilayah Jawa Timur.

“Evaluasi distribusi (kinerja distributor) ini diperlukan untuk memperbaiki kinerja di tahun 2018. Mengingat pupuk adalah kebutuhan pokok para petani,” demikian disampaikan Agung Wahyudi, Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Jawa Timur kepada Duta.co di Hotel Grand Inna Malioboro,  Yogjakarta, Jumat (12/1/2018).

Hadir dalam evaluasi sekaligus rencana penyaluran pupuk 2018 adalah Komisaris PT Pupuk Kaltim, Bambang Supriyambodo, General Manager Publik Service Obligation (PSO) 1 PT Pupuk Kaltim, Syamsu Alamsyah dan Manager PSO I PT Pupuk Kaltim, Muhammad Yusri serta seluruh jajaran PT Pupuk Kaltim wilayah Jawa Timur.

Selaku General Manager Pemasaran PSO PT Pupuk Kaltim, Syamsu menyampaikan terima kasih kepada seluruh distributor Jawa Timur sebagai mitra kerja penyaluran pupuk bersubsidi PT Pupuk Kaltim.

Dia juga mengingatkan agar kinerja distributor menjadi lebih baik lagi di tahun 2018.

“Kita lakukan evaluasi ini tujuannya agar ke depan lebih baik. Tidak hanya distributor, kami juga terus berupaya memperbaiki kinerja sampai sarana prasarana. Misalnya, kemarin sempat ada sedikit kendala pengiriman ke Madura, maka, 2018 harus lancar,” tegas  Syamsu Alamsah.

Masih menurut Syamsu, ada beberapa hal yang perlu dipahami bersama. Pertama, menyabut 2018 ini bagaimana distributor ikut membantu agar peraturan atau Surat Keputusan (SK) pemerintah daerah dan atau Dinas Pertanian cepat keluar.

“Ini sebagai payung hukum. Persoalan nanti ada deviasi atau perbedaan angka, maka, segera dilakukan penyempurnaan. Ini penting untuk menjawab kebutuhan petani setiap saat,” jelasnya.

Kedua, menyambut program Kartu Tani dari pemerintah. Program ini lebih memudahkan distributor untuk melayani petani. Bahkan ke depannya dengan efektifitas Kartu Tani, bukan tidak mungkin ada penyederhaan aturan, misalnya tentang kewajiban membuat RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Tani, bisa jadi tidak diperlukan.

“Dengan Kartu Tani kita akan dimudahkan, semoga program ini berkelanjutan,” jelasnya.

Di samping mengingatkan pentingnya memastikan adanya stok pupuk petani, Syamsu juga minta kepada distributor untuk lebih giat memasarkan pupuk non-subsidi. Ini mengantisipasi suatu ketika, dicabutnya subsidi melalui pupuk.

“Itulah sebabnya program PI Mart harus jalan dengan baik. Harus ada display non-subsudi di setiap kios, minimal 200kg atau 4 sak masing-masing 50 kg. Kalau kiosnya ‘hidup’, bersih, petani senang,” ujarnya.

Sebagaimana kita tahu, Pupuk Indonesia (Persero) selaku Holding Company produsen pupuk dan petro kimia telah menginstruksikan desain tampilan kios yang ada di masing-masing wilayah pemasaran dengan menggunakan desain Pupuk Indonesia ”PI Mart” melalui Anak Perusahaan di bawah naungan Pupuk Indonesia (Persero).

Selain itu, upaya PT Pupuk Kaltim untuk memberdayakan distributor juga melalui kerjasama dengan perbankan sehingga terbit distributor financing. Tetapi, program ini belum maksimal.

“Saya khusnudzon saja, barangkali modal distributor masih besar,” tambahnya.

Sebagai pelaksana subsidi pupuk, PT Pupuk Kaltim harus menjamin ketersediaan pupuk, sekaligus pemantauan, pengawasan pengadaan penyaluran pupuk bersubsidi dari lini 1 hingga lini 4 serta melaporkan perkembangannya setiap bulan.

Pupuk Kaltim telah mengaplikasikan  DPCS (Distribution Planning and Control System) yang dirancang untuk mengoptimalkan  distribusi pupuk sampai dengan lini 4 serta memantau ketersediaan pupuk di gudang. Semua ini dilakukan PT Pupuk Kaltim untuk mendukung Ketahanan Pangan Bangsa.

Penandatanganan SPJB berlangsung dengan unik, karena berada di Yogjakarta semua sepakat menggunakan blangkon. (DUTA.CO/MKY)

Sebelumnya, Kamis (11/1/2018) dilakukan penandatangan SPJB (Surat Perjanjian Jual Beli) Pupuk Bersubsidi PT Pupuk Kaltim. Di samping itu, seluruh distributor Jawa Timur memberikan ‘jaminan’ Pakta Integritas dalam tugas tersebut.

Tak kalah menarik, dalam prosesi penandatanganan SPJB itu, seluruh distributor menggunakan pakaian adat Yogjakarta, blangkon. “Kita sedang berada di Yogja, kita ikut bangga dengan pakaian adat Yogjakarta,” demikian Agung Wahyudi. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.