Mahasiswa PPG Unusa mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) yang intensif dan aplikatif selama enam hari di Obis Camp Trawas Kabupaten Mojokerto. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Langkah nyata Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam menyiapkan pendidik masa depan yang berkarakter kembali ditunjukkan melalui kerja sama strategis dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Selama enam hari penuh, sebanyak 179 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) yang intensif dan aplikatif.

Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh 148 mahasiswa yang mengambil KMD untuk jenjang Siaga dan Penggalang, serta 31 mahasiswa yang mengikuti KML khusus jenjang Penggalang. Para peserta merupakan mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan FKIP Unusa yang disiapkan untuk menjadi pembina Pramuka di sekolah dan satuan pendidikan tempat mereka mengabdi kelak.

Dalam sambutannya saat sesi pembelajaran di luar kelas, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., memberikan pesan mendalam saat membuka kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi mahasiswa PGSD dan PPG FKIP Unusa. Prof. Jazidie menekankan pentingnya membentuk pribadi yang senantiasa belajar, berbuat baik, dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi para calon pembina Pramuka di satuan pendidikan masing-masing.

“Jadilah pribadi yang tidak pernah lelah untuk belajar, selalu semangat dalam berbuat baik, dan konsisten dalam mengamalkan nilai-nilai kepramukaan. Karena seorang pembina adalah teladan, bukan hanya dalam kata-kata, tapi juga dalam laku kehidupan,” ujar Prof. Jazidie, di Obis Camp Trawas Kabupaten Mojokerto, Senin (21/7/2025) lalu.

Beliau kemudian mengibaratkan para peserta KMD seperti kisah tiga pemuda dalam cerita Ashabul Kahfi, yang dengan penuh keyakinan mempertahankan nilai-nilai kebenaran dan keteguhan iman, meski berada dalam tekanan zaman dan lingkungan. Ketiganya memilih jalan yang tidak mudah, namun berlandaskan pada nilai yang benar.

“Seperti halnya Ashabul Kahfi, kalian para calon pembina juga harus berani menjaga nilai, teguh pada prinsip, dan siap menjadi pelita di tengah zaman yang penuh tantangan. Kepramukaan mengajarkan hal itu, baik dari sisi keberanian, ketulusan, dan pengabdian,” lanjutnya.

Melalui kegiatan KMD ini, Prof. Jazidie berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan kecakapan teknis kepramukaan, tetapi juga menghayati filosofi pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya. “Karena di tangan para pembina muda inilah, masa depan generasi penerus bangsa akan dibentuk dengan semangat kebangsaan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan keterampilan kepramukaan, namun juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Materi-materi disampaikan langsung oleh tim instruktur dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Pramuka Jawa Timur yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Kapusdiklatda Pramuka Jatim, Indawan Setyono Hady, S.Pd., M.M., menuturkan bahwa materi yang diberikan dalam KMD dan KML mencakup keterampilan dasar kepramukaan, metodologi pembinaan, dinamika kelompok, hingga teknik membina kegiatan Pramuka yang menyenangkan dan edukatif. “Kursus ini dirancang sebagai persiapan awal bagi mahasiswa ketika terjun langsung membina adik-adik Pramuka di sekolah atau satuan pendidikan lainnya. Kami ingin mereka siap secara mental, keilmuan, dan keterampilan,” ujarnya.

Kak Indawan sapaan akrabnya menambahkan, selama enam hari pelaksanaan (17-19 & 21-23 Juli 2025), para peserta akan mengikuti kegiatan yang padat dan terstruktur, mulai dari pelatihan di ruang kelas hingga kegiatan lapangan di bumi perkemahan.

“Mereka diajak untuk benar-benar merasakan atmosfer kepramukaan yang sesungguhnya: bangun pagi, baris-berbaris, membangun tenda, memasak di alam terbuka, hingga simulasi membina anggota Pramuka di pangkalan sekolah,” ungkapnya.

Bagi para peserta, pengalaman ini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Yosi Aulia, salah satu mahasiswa peserta KMD dari Prodi S1 PGSD, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat besar dari kegiatan ini. “Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik lapangan yang menantang. KMD ini sangat penting bagi kami, apalagi kami nanti akan berhadapan langsung dengan peserta didik di sekolah. Ini menjadi bekal awal yang luar biasa,” ujarnya penuh semangat.

Melalui kerja sama yang baik antara Unusa dan Kwarda Jatim, FKIP Unusa kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi aktif dalam pembangunan karakter generasi muda Indonesia. ril/rud

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry