Direksi PT Saruguna Primatirta Tbk memperkenalkan kemasan botol terbaru dari air minum Cleo, di sela acara penawaran saham perdana di Surabaya, Rabu (5/4). DUTA.co/endang

SURABAYA |duta.co –  Akhirnya, PT  Sariguna Primatirta melantai di bursa. Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Cleo itu melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Surabaya, Rabu (5/4). Dalam kesempatan itu, perusahaan melempar 500 juta lembar saham ke publik dengan harga Rp 105 hingga Rp 115 per lembar saham. Sehingga diharapkan perusahaan bisa memperoleh dana segar sebesar Rp 52,5 miliar hingga Rp 57,3 miliar.

Langkah untuk go public ini sejalan dengan rencana perseroan dalam melakukan pengembangan usahanya dalam industri AMDK. Di mana sebagian besar dana dari basil IPO akan digunakan untuk melakukan pembelian mesin dan peralatan untuk menunjang kegiatan produksi dan operasional Perseroan sorta untuk modal kerja.

“Perseroan semakin optimistis untuk menjadi produsen AMDK yang terbaik, mengingat Pangsa pasar AMDK yang masih terbuka luas” ujar Direktur Utama PT Sariguna Primatirta Tbk Belinda Natalia di sela-sela acara IPO.

Dikatakan Belinda, pihaknya berencana melepas sebanyak-banyaknya 500 juta lembar saham atau 22,22 persen dari total modal disetor setelah penawaran umum perdana saham Perseroan. Perseroan telah menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Keuangan yang juga merangkap sebagai Sekretaris Perusahaan, Lukas Lukas Setio Wongso mengungkapkan dana IPO ini, 90 persen akan digunakan untuk membeli mesin dan peralatan pabrik modern. Sisanya yang 10 persen akan digunakan untuk modal kerja, pembelian bahan baku untuk pengoperasian mesin-mesin baru tersebut. “Kita ke depan akan fokus pengembangan produk untuk kemasan botol dan gallon,” tandasnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan selalu mengutamakan produk berkualitas tinggi, inovatif dan mudah didapatkan melalui proses produksi yang berstandar internasional dan ten’ntegrasi dengan jaringan manufaktur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Walaupun jumlah produsen AMDK terus meningkat, hal ini tidak akan menggoyahkan langkah Perseroan dalam mengembangkan pasamya melalui penambahan jaringan distribusi sorta terns melakukan inovasi produk secara berkesinambungan, PT Sariguna Primatirta Tbk berkomitmen penuh untuk memberikan nilai tambah kepada para pelanggan. Pada saat ini Perseroan telah mempersiapkan diri dalam menghadapi peningkatan pennintaan dan penj ualan dengan mendirlkan pabrik pabrik sorta depo di wilayah potensial.

Wientoro Prasetyo Direktur Utama PT Lautandhana Seourindo menyatakan, calon emiten PT Sariguna Primatirta Tbk melakukan IPO dengan menggunakan dasar laporan keuangan Oktober 2016 dengan target dana IPO sekitar Rp 55 miliar. “Kami berkeyakinan bahwa IPO PT Sariguna Primatirta Tbk akan mendapatkan respon yang baik dari para calon investor karena dimnjang fundamental keuangan perseroan yang sehat, manajemen yang pruden dan operasional yang mapan dimana perseroan memiliki 19 Pabrik dan 48 Jaringan dishibusi,” tukasnya. (end)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.