Mengajarkan anak untuk melakukan kampanye pencegahan Covid-19 melalui gambar dan poster. DUTA/ist

Pandemi Covid-19 masih belum ada kepastian kapan akan berakhir. Masyarakat tetap diimbau untuk terus melakukan pencegahan agar tidak tertular virus asal Wuhan China itu.

Protokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun) plus 2M (menghindari kerumuman dan mengurangi mobilitas) harus terus dilakukan. Dan prokes itu perlu dilakukan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa.
—-
Dua dosen program studi (prodi) S1 Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Tatik Muflihah dan Agus Wahyudi berinisiatif melakukan pengabdian masyarakat (pengmas) untuk melakukan edukasi kepada santri di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Ikhwanul Muslim Surabaya.

Mereka berdua mengedukasi para santri agar lebih memperhatikan kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) baik di rumah, sekolah dan lingkungan. “Karena menjaga pola hidup bersih dan sehat itu sangat penting dan untuk membiasakan hal itu di kehidupan sehari-hari harus dilakukan sejak masih anak-anak,” ujar Tatik.

Selama dua bulan sejak Mei hingga Juni 2020 lalu, dua dosen itu setia mendatangani para santri yang selama pandemi mengaji di rumah salah satu gurunya secara bergantian dan dengan prokes yang sudah ditetapkan.

“Karena pandemi semua sekolah dan TPQ harus tutup, maka para santri itu tetap mengaji di rumah gurunya. Itu untuk mengusir kebosanan belajar di rumah terus,” tutur Tatik.

Di sanalah Tatik dan Agus mengedukasi para santri agar peduli terhadap kebersihan. “Pola hidup bersih dan sehat itu harus dimulai dari masing-masing individu sehingga terbentuklah pembiasaan hidup yang baik mulai dari lingkungan terkecil di lingkungan keluarga hingga ke struktur lingkungan yang lebih besar. Apabila masyarakat menerapkan PHBS, maka upaya pencegahan penyebaran virus Corona lebih mudah untuk dilaksanakan,” jelas Tatik.

Dikatakan Tatik, santri di TPQ Ikhwanul Muslim selama ini belum pernah dibekali pengetahuan tentang PHBS. Padahal, santri menjadi salah satu elemen masyarakat perlu dibekali pengetahuan tentang penerapan PHBS, khususnya kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satu siswa menunjukkan hasil gambarnya untuk mengampanyekan pencegahan Covid-19. DUTA/ist

Untuk mengedukasi santri yang masih usia prasekolah, tidak bisa hanya dengan perkataan. Karena anak kecil harus dengan alat peraga yang menarik. Salah satunya melalui media gambar atau poster.
Anak-anak diajari bagaimana membuat gambar yang menceritakan tentang kampanye pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menerapkan PHBS.

“Hasilnya bermacam-macam sesuai apa yang ditangkap santri tentang PHBS itu. Ini sebagai sebuah langkah untuk mengambangkan literasi di kalangan santri itu sendiri. Ini melatih anak untuk mengembangkan kemampuan motoriknya, softskill,” tukasnya.

Dan edukasi ini ternyata mendapat respon dari para santri, orang tua dan guru-gurunya. Bahkan, setiap anak berhasil membuat satu gambar atau poster yang sangat bagus dan di luar dugaan. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry