Siswa SMA Double Track dari SMA Karas Magetan mempraktikkan keterampilan dalam bidang rias pengantin di halaman Dinas Pendidikan Jatim, Selasa (27/10/2020). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  SMA Double Track (DT) kembali menunjukkan has karyanya lewat pameran virtual, Selasa (27/10/2020).

Pameran yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ini diikuti 157 SMA Negeri di 28 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Pameran virtual yang hanya diikuti empat SMA secara langsung dari kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Mereka mewakili SMA DT lainnya yang tidak bisa hadir karena pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan pameran ini sebagai sebuah ajang unjuk karya siswa SMA yang mengikuti program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sudah dijalankan sejak 2018 lalu.

“Kita mewadahi  karya siswa. Ini karya-karya yang sangat luar biasa,” kata Wahid Wahyudi.

Program SMA Double Track ini memang menjadi program Pemprov Jatim karena kenyataannya 67 persen siswa lulusan SMA di Jawa Timur tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Dan kebanyakan mereka adalah siswa yang berasal dari daerah.

“Mereka yang tidak melanjutkan kuliah itu harus dibekali keterampilan karena kalau tidak mereka akan jadi pengangguran. Karena itu program ini kami buat agar mereka bisa memiliki bekal keterampilan untuk bekerja dan bekal untuk berwirausaha,” jelas Wahid.

Program SMA DT ini ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jawa Timur Ety Prawesti memiliki tujuh bidang keterampilan yakni multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan.

Dindik Jatim dalam program ini berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai pelaksana program, termasuk merekrut trainer. Menurut dia, sejak 2018 program tersebut dievaluasi dan dikembangkan.

Pada tahun pertama, program tersebut diikuti sebanyak 9.009 siswa dari 86 lemaga SMA dan melibatkan 420 trainer di sembilan kabupaten di Jawa Timur. ”Program tersebut dengan tujuh bidang ketrampilan dan 17 topik ketrampilan,” jelasnya.

Selanjutnya pada 2019 terjadi lonjakan peminat. Jumlah peserta naik menjadi 14.000 siswa dari 157 lembaga SMA dan 673 trainer di 28 kabupaten. Pada tahun kedua dilaksanakan pembangunan infrastruktur digital melalui berbagai platform pendukung.

Yaitu, www.ruangdagang.net (media pemasaran produk unggulan di marketplace, www.ruangkarir.net (media job matching untuk mempertemukan calon pekerja dengan dunia usaha), www.ruangtraining (media belajar online untuk memudahkan pembelajaran mandiri dengan materi pelatihan), dan www.admindt.net (media monitoring pelaksanaan pelatihan untuk mengevaluasi capaian pembelajaran di kelas).

”Atas terobosan itu, Dispendik menerima penghargaan kompetensi inovasi pelayanan publik (Kovablik) se-Jawa Timur dengan menempati top 25 melalui inovasi SMA DT yang dianugerahkan oleh gubernur,” jelas Ety.

Sedang pada 2020, lanjut Ety, merupakan tahun penentu sekaligus tolok ukur keberhasilan program. ”Pemantapan program dan perluasan jaringan kerja sama dengan mitra dunia usaha lebih diutamakan agar lulusan SMA DT tertampung di perusahaan mitra atau mandiri berwiraswarta,” jelas Ety. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry