BUDAYA : Tim Cagar Budaya Propinsi Jatim saat melakukan pengujian stuktur Jembatan Lama (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Berdasarkan usulan agar Jembatan Lama Kediri (Brag Over den Brantas te Kediri) sebagai struktur Cagar Budaya Kota Kediri, ternyata mendapat respon positif dari tim Ahli Cagar Budaya Propinsi Jawa Timur.

Hal ini disampaikan Nur Muhyar, Kepala Disbudparpora Pemerintah Kota Kediri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (14/03/2018). Tentunya ini menjadi kabar baik, menginggat pada 18 April nanti, jembatan sepanjang 160m merupakan jembatan besi pertama dibangun Belanda di Pulau Jawa ini, tepat berusia ke-150 tahun.

“Sesuai agenda, saat peresmian Jembatan Brawijaya, sekaligus meresmikan Jembatan Lama sebagai Struktur Cagar Budaya,” terang Nur Muhyar.

Penetapan jembatan ini telah ditetapkan tim cagar budaya diketuai Dra. Endang Prasanti .MM bersama 5 anggota lainnya, pada 12 Maret kemarin.

“Kami bersyukur pengajuan kami mendapat persetujuan dan kami berharap mampu menjadi destinasi sejarah serta edukasi bagi generasi kita,” jelasnya.

Mengacu UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, Nur Muhyar meminta kepada seluruh warga maupun pengguna jalan, untuk menjaga kelestarian jembatan ini dan segera melaporkan jika ada perusakan karena bisa berakibat sangsi pidana.

“Kami akan bersinergi dengan penegak hukum dan Satpol PP, untuk melakukan sosialisasi dan mengajak warga menjaga kelestariannya. Kami berharap untuk tidak dirusak atau dipasangi bentuk apapun pada kawasan lokasi ini,” terangnya.

Terkait persiapan peresmian cagar budaya, sedikitnya 150 penari dari sejumlah SMA dipastikan akan tampil dalam tari kolosal. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.