Kegiatan para siswa-siswi di salah satu sekolah di Kabupaten Pasuruan. (DUTA.CO/IST)

PASURUAN | duta.co – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan tahun ini menargetkan tak ada lagi SMP negeri dan Swasta se-Kabupaten Pasuruan yang melaksanakan ujian nasional (UNAS) kertas dan pensil (UNKP). Namun harus melaksanakan ujian akhir dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), secara serentak.

Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi menuturkan, tiap tahun, jumlah pelaksana UNBK terus meningkat.Tahun 2017 ada 51 SMP yang melaksanakan UNBK, tahun 2018 jauh meningkat menjadi 87 SMP dan tahun ini ditargetkan semua bisa melaksanakan UNBK. “Tahun ini untuk SMP baik negeri dan swasta kita targetkan 100 persen UNBK,” paparnya, Selasa (22/1/2019).

Menurut dia, untuk persiapan sarpras sudah dilakukan sejak awal tahun. Per awal Januari ini, SMP baik negeri dan swasta mulai mendata kapasitas komputer yang dimiliki. Termasuk jika bisa meminjam laptop guru ataupun siswa sebagai sarpras UNBK maka mulai didata oleh sekolah, meski tak semua sekolah bisa memenuhi kebutuhan komputer untuk siswanya.

Ia menjelaskan, UNBK akan disiapkan oleh lembaga dengan baik. “Bagi lembaga sekolah tidak mampu menyediakannya, sekolah diharap bisa kriatif dan inovatif dengan orang tua dan dengan sekolah-sekolah yang sudah memenui standart. Bagi sekolah nantinya masih kurang sarpras, bisa meminjam ke sekolah terdekat seperti di SMA atau SMK,” terang Iswahyudi.

Untuk jumlah total sekolah SMP negeri dan swasta di Kabupaten Pasuruan sebanyak 145 SMP. Untuk persiapan UNBK, secara nasional ada try out bersama sebanyak 2 kali dan juga ada try out di sekolah. “Kita berharap target 100 persen UNBK tahun ini, kegiatan ujian bisa lebih efektif dan efisien. Semuanya bisa lulus 100% dengan nilai memuaskan,” imbuhnya. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.