Pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur melihat dari dekat Pabrik Tahu milik Zainal Arifindi di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo beberapa waktu lalu. DUTA/istimewa

SIDOARJO l duta.co – Kasus limbah plastik yang menjadi bahan bakar industri tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo menggugah industri lain untuk peduli, terutama pabrik kertas.

Kabarnya ada 11 pabrik kertas yang ada di Jawa Timur yang semula menjadi pemasok limbah plastik ke pabrik tahu, akan menggantinya dengan limbah kayu.

Menurut rencana, 11 pabrik kertas yang sebagian besar berada di kawasan Kabupaten Sidoarjo, dan kabupaten Mojokerto ini, akan memasok limbah kayu secara gratis ke 47 pengusaha tahu di Desa Tropodo.

 Kayu-kayu itu akan dipasok selama tiga bulan, sambil menunggu terobosan baru dari Pemprov Jatim untuk mencari bahan bakar industri tahu pengganti sampah plastik yang kini dilarang.

“Kita akan tekan 11 pabrik kertas di Jatim ini untuk menyediakan limbah kayu sebagai bahan bakar industri tahu di Tropodo,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hiduup Jawa Timur, Diah Susilowati dalam rilisnya, Jumat (29/11).

Salah satu perusahaan yang peduli adalah  PT Suparma Tbk. Pabrik kertas itu akan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pabrik tahu milik Zaenal Arifindi yang ada di desa itu.

General Affairs PT Suparma Tbk, Yustiyohadi  mengatakan pihaknya menyalurkan dana CSR berupa bantuan kayu bekas untuk bahan bakar pembuatan tahu.

 “Sampai tiga bulan ke depan Pak Zaenal Arifindi akan menggunakan kayu dari kami untuk bahan bakar pembuatan tahu, ini adalah salah satu bentu kepedulian kami terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Inisiatif penyaluran bantuan ini, menurut Yustiyohadi dilakukan setelah sejak beberapa waktu terakhir IKM tahu di kawasan Krian Sidoarjo menjadi sorotan nasional, karena menggunakan plastik sebagai bahan bakar tungku pembuatan tahu.

“Pemerintah sekarang gencar melakukan sosialisasi 3R untuk perusahaan yakni Reuse, Reduce, dan Recycle. Kami bukan lagi 3R tapi sudah 4R dimana R yang terakhir adalah Return to Earth atau kembali ke bumi,” jelasnya.

Dengan beralih ke kayu, lanjut Yustiyohadi asap yang dikeluarkan IKM tahu akan lebih ramah lingkungan dibanding dengan plastik. Selain itu abu sisa pembakaran, juga masih dibisa diolah.

“Kami punya stok kayu sebanyak 20 truk engkel, kebutuhan Pak Zaenal dalam sehari sebanyak satu mobil pick up, jadi perkiraan kami stok cukup sampai tiga bulan ke depan,” tuturnya.

Ia berharap, terobosan baru ini, dapat diikuti perusaan kertas lainnya yang ada di Jatim. “Kami mencoba mengawali, semoga semakin banyak perusahaan kertas yang membantu IKM tahu, karena semua untuk masyarakat,” harapnya. end/ril 

  
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry