SURABAYA | duta.co – Sebanyak 152 tersangka berhasil diringkus Polrestabes Surabaya beserta Polsek Jajaran selama Operasi Sikat Semeru 2019. Sementara jumlah kasus kriminalitas sebanyak 409 berhasil diungkap.

Operasi sendiri digelar selama 11 hari. Pengungkapan ini mengantarkan Polrestabes Surabaya  menduduki peringkat pertama Operasi Sikat Semeru 2019. “Dalam waktu 11 hari, kami melaksanakan Operasi Sikat Semeru 2019 dan berhasil mengungkap 409 kasus dengan tersangka berjumlah 152 orang,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, kepada awak media di halaman Mapolrestabes Surabaya, Rabu (9/10/2019) pagi

Kapolres juga menyatakan, Operasi Sikat Semeru 2019 menyasar sejumlah kasus kejahatan. Yakni curat, curas, curanmor, penyalahhunaan sajam/senpi, pemerasan atau perampasan.

Dia merinci, dari hasil operasi yang dilaksanakan mengungkap curat sebanyak 197 kasus, curas 96 kasus, curanmor 89 kasus, perampasan 4 kasus, dan senjata tajam sebanyak 8 kasus.

“Sementara untuk pelaku dan sudah ditetapkan tersangka, curat ada sebanyak 61 tersangka, curas 27 tersangka, curanmor 31 tersangka, perampasan 9 tersangka dan sajam ada 8 tersangka. Sedangkan target operasi polres 7 kasus dan Polsek 8 kasus dengan pencapaian polres 7 target operasi dan Polsek 8 target operasi,dan untuk non target operasi Polres 110 dan Polsek 384 non target operasi,” sebut Sandi.

Orang nomer satu di jajaran Polrestabes Surabaya mengungkapkan, dari pengungkapan kasus Operasi Sikat Semeru 2019 ini pengungkapan terbanyak yakni dari Polsek Tegalsari.

Ada puluhan barang bukti yang ikut disita Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama dengan pengungkapan ini. Diantaranya, kendaraan bermotor, R4 sebanyak 1 unit, R2 sebanyak 70 unit, 79 handphone, 9 Laptop, 4 TV, 4 cincin, 6 pisau, 1 clurit, 11 STNK, 5 BPKB, 10 kunci T, 10 kunci palsu dan uang tunai Rp 31.053.000.

“Ada banyak barang bukti yang ikut disita dari hasil pengungkapan Operasi Sikat Semeru 2019 ini. Untuk para tersangka dijerat sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan,” tandasnya.

Kapolres menambahkan, dengan kasus yang menonjol yakni curat dan curas Menurutnya, di Surabaya  kejadian yang sering terjadi adalah pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan, yang terjadi namun pihaknya berhasil mengungkapnya. tom

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry