Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo memaparkan seluruh capaian kinerja 100 hari kerja.

PROBOLINGGO | duta.co – Dalam 100 hari kerja pertama masa jabatannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama wakilnya, Ina Dwi Lestari menunjukkan komitmen nyata untuk membangun sektor kesehatan yang merata, responsif, dan inklusif.

Sejumlah program unggulan diluncurkan, infrastruktur layanan ditingkatkan, dan pendekatan inovatif berbasis digital diterapkan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Probolinggo.

Berikut adalah pencapaian utama Wali Kota dan jajarannya di bidang kesehatan:

1. Transformasi Layanan Rumah Sakit Fasilitas Kelas Dunia untuk Warga Lokal

Dalam waktu singkat, dua rumah sakit milik Pemerintah Kota Probolinggo yakni RSUD dr. Moch Saleh dan RSUD Ar Rozy mengalami peningkatan besar. RSUD dr. Moch Saleh kini memiliki gedung lobi IGD baru, Ruang Presidential Suite, dan layanan hemodialisis di ICU. Fasilitas ini dirancang untuk memberi kenyamanan maksimal dan layanan intensif bagi pasien.

“Kami ingin RSUD dr. Moch Saleh menjadi rumah sakit jujugan. Karena banyak pasien pasca-hemodialisa butuh layanan intensif,” ujar Wali Kota Aminuddin.

Sementara itu, RSUD Ar Rozy meluncurkan lima layanan unggulan, termasuk layanan Laser Hemoroid, program Sahabat Ozy (antar obat gratis), Instalasi Gizi, Laundry, dan Kamar Jenazah. Langkah ini sekaligus mempersiapkan RSUD Ar Rozy sebagai rumah sakit rujukan dan destinasi hospital tourism.

“Kami sedang usulkan RSUD Ar Rozy menjadi rujukan wilayah tapal kuda. Ini bagian dari cita-cita Probolinggo menjadi kota layanan kesehatan unggulan,” terang dr. Aminuddin.

2. Siskia Pro Cantik Reborn, Solusi Digital Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Guna menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan prevalensi stunting, Pemkot meluncurkan Siskia Probolinggo Cantik Reborn, sistem informasi berbasis web yang menyediakan data lengkap tentang kehamilan, nifas, pertumbuhan bayi, hingga stunting.

“Kami harap dengan sistem ini, tidak ada lagi kematian ibu hamil karena telat deteksi. Semua fasilitas kesehatan kini saling terhubung secara digital,” kata Wali Kota.

3. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), Deteksi Dini untuk Semua Kalangan

Program PKG diluncurkan di Puskesmas Jati dan berlaku untuk bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, ibu hamil, hingga lansia. Pemeriksaan dilakukan rutin di hari ulang tahun warga.

“PKG adalah investasi kesehatan kita. Kalau hasil sehat, kita tenang selama setahun. Kalau ada masalah, bisa cepat ditangani,” ujar dr. Amin.

4. Kolaborasi Baznas dan RSUD, Menutup Celah Jaminan Kesehatan Non-BPJS

Pemkot dan Baznas resmi menjalin kerja sama untuk mendanai kebutuhan medis warga kurang mampu yang tidak dicover BPJS, seperti biaya transportasi rujukan, perlengkapan medis non-standar, dan kebutuhan mendesak lain.

“Alhamdulillah, UHC kita hampir 100%. Tapi tetap ada layanan yang luput dari BPJS. Di sinilah Baznas hadir sebagai pelengkap,” ujar Wali Kota Aminuddin.

5. Program Probolinggo Sehat dan Peduli, Intervensi Gizi & Penghormatan Pejuang

Sebanyak 254 balita risiko stunting mendapatkan paket perbaikan gizi, dan 26 veteran menerima bantuan sebagai bentuk penghargaan dalam program “Probolinggo Peduli”.

“Gizi buruk berdampak langsung pada kecerdasan anak. Kalau otaknya tidak berkembang, SDM kita juga tidak akan maju,” tegas dr. Amin.

6. Pos Lansia Museum dr. Moh. Saleh, Layanan Akhir Pekan Gratis bagi Lansia

Bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional, Pemkot meresmikan Pos Lansia dengan pelayanan medis gratis setiap Sabtu dan Minggu. Terdapat layanan cek kesehatan, laboratorium mini, dan konseling khusus lansia.

“Kesehatan lansia tidak boleh diabaikan. Dengan layanan akhir pekan, mereka tetap bisa akses kesehatan tanpa mengganggu waktu keluarga,” ujar dr. Aminuddin.

7. Kota Siaga Kelompok Donor Darah (KDD) Bangun Jejaring Donor Siap Pakai

PMI dan Pemkot meluncurkan program KDD, membentuk jaringan donor darah yang siap kapan saja dibutuhkan. Kota Probolinggo dinilai sukses oleh PMI Jawa Timur karena mampu mencukupi kebutuhan darah bahkan untuk daerah tetangga.

“Darah tidak bisa ditunda. Maka kami bangun sistem, bukan hanya stok,” ujar Wali Kota dalam pencanangan program di Alun-Alun.

8. NYERBU (Nyemil Ikan di Hari Rabu) Dorong Konsumsi Ikan demi Kesehatan Keluarga

Program Gerakan Makan Ikan dikemas menarik lewat kegiatan mingguan “NYERBU” yang menyajikan berbagai olahan ikan murah dan sehat oleh UMKM binaan.

“Kandungan gizi ikan luar biasa. Program ini tak hanya sehat, tapi juga dorong ekonomi lokal,” ucap dr. Amin saat mendampingi kegiatan.

9. Sinergi Puskesmas dan Posyandu Edukasi, Deteksi, dan Konseling Gizi

Puskesmas Sukabumi dan jaringan Posyandu aktif mengedukasi orang tua terkait MPASI dan stunting. Kepala Puskesmas menekankan pentingnya hadir rutin ke Posyandu sebagai deteksi awal pertumbuhan anak.

“Kami ingin pencegahan stunting itu dari rumah, dimulai dari ibu dan Posyandu,” imbuh dr. Aminuddin.

Dalam refleksi 100 hari kerja, dr. Aminuddin menegaskan bahwa pembangunan kesehatan adalah fondasi utama kemajuan Kota Probolinggo. Berbagai program akan dilanjutkan dan diperluas dengan prinsip kolaboratif, digital, dan berbasis masyarakat.

Menurutnya, kesehatan adalah jantung pembangunan. Tanpa warga yang sehat, pendidikan dan ekonomi tidak akan berjalan. Kami pastikan seluruh warga, dari bayi hingga lansia, mendapatkan perhatian yang setara.

“100 hari ini bukan sekadar pencapaian, tapi fondasi menuju transformasi layanan kesehatan yang menyentuh hati rakyat. Kami ingin setiap warga Kota Probolinggo merasa terlindungi, terlayani, dan tumbuh sehat bersama,” ujar Wali Kota dr. Aminuddin. hul

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry