Grafik 10 merek yang sampahnya banyak ditemukan dalam timbulan sampah di Kali Surabaya.

SURABAYA | duta.co – Sebanyak 10 merek bertanggung jawab atas timbunan sampah di Kali Surabaya. Ke-10 merek adalah produk Wings, Indofood, Unilever, Mayora, Aijomoto, Santos, Forisa, Danone, Garudafood, dan P&G

Terungkapnya 10 merek penyumbang sampah di Kali Surabaya dari kegiatan Brand Audit Sampah Plastik  untuk mengetahui merek yang mendominasi sebagai kontributor pencemaran mikroplastik yang dilakukan Yayasan Kajian Ekologi dan konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Sistem pengangkutan sampah di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Surabaya yang tidak mencakup semua wilayah menyebabkan masih banyak ditemukan sampah dibuang di sungai dan di bantaran Kali Surabaya. Sebanyak 47 persen sampah yang kami temukan mengapung di kali surabaya adalah bungkus plastik sekali pakai,” ungkap Tonis Afrianto, Coordinator Zerowaste Cities Ecoton.

Lanjut alumni Jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, jenis plastik yang paling mendominasi adalah plastik sashet, botol plastik minuman, bungkus makanan. Dan merek Wings Group, Indofood, dan Unilever menjadi Top 3 merek paling banyak ditemukan berserakan, teronggok di tepi sungai dan mengapung di sungai.

“Sampah plastik di sungai ini karena proses alam akibat paparan sinar matahari akar terdegradasi menjadi serpihan-serpihan atau remah plastik berukuran dibawah 5 mm atau disebut Mikroplastik,” ungkap Tonis.

Tonis mengingtakan, produsen produk yang menghasilkan sachet harus ikut terlibat dalam upaya pengendalian dampak mikroplastik di Kali Surabaya, karena air Kali Surabaya dimanfaatkan untuk bahan baku air minum PDAM Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Ke 10 produsen wajib bertanggung jawab mengendalikan jumlah timbulan sampah plastik dari bungkus yang mereka hasilkan. Salah satunya dengan menyediakan tempat sampah khusus sampah sachet yang sulit didaur ulang. “Selain mengelola sampah mereka juga harus meredesign ulang kemasan hingga tidak menghasilkan banyak sampah. Ini amanat UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah,” tegasnya.

BRAND AUDIT: Aktivis Ecoton, Tonis Afrianto melakukan kegiatan Brand Audit Sampah Plastik di Bantaran Kali Surabaya, Minggu (5/7)

Untuk meningkatkan kesadaran, Ecoton akan terus melakukan brand audit sampah sepanjang tahun 2020 di 27 Desa di sepanjang Kali Surabaya. “Kita akan terus melakukan brand auditr, untuk menyadarkan baik produsen penghasil sampah maupun konsumen,” ujarnya.

Khusus konsumen, dituntut  mengurangi pemakaian produk dengan bungkus sekali pakai seperti sedotan, sachet, kantong plastik, styrofoam, popok sekali pakai, dan botol plastik. Untuk itu perlu regulasi pemerintah yang membatasi atau melarang pemakaian plastik sekali pakai. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry