Para penerima bantuan beras bersubsidi di Kabupaten Pasuruan. (DUTA.CO/Abdul Aziz)

PASURUAN | duta.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberikan bantuan beras bersubsidi (Rasidi) kepada 10.076 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Pasuruan.

Puluhan ribu KPM tersebut berasal dari 82 desa/kelurahan yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan, Gunawan, menuturkan, seluruh penerima bantuan dari KPM yang berstatus kesejahteraan antara 1-15% terendah berdasarkan pemutakhiran data terpadu program penanganan fakir miskin di 36 kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

“Tiap KPM menerima bantuan beras 10 kg yang dibeli hanya seharga Rp 16 ribu. Bantuan ini merupakan percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur. Berbeda dengan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang mendapatkan bantuan senilai Rp 110 ribu dari Pemerintah Pusat yang ditukarkan dengan beras dan telur,” tandas Gunawan, Jumat (14/9/2018)

Gunawan menjelaskan, untuk beras bersubsidi, setiap KPM harus menebus beras itu dengan uang. Untuk bantuan beras bersubsidi, Pemkab Pasuruan akan bekerja sama dengan Bulog dalam hal pendistribusian rasidi. “Untuk selanjutnya, beras itu ditempatkan di kecamatan hingga balai desa atau kelurahan.Tiap KPM bisa membeli beras melalui kupon yang dibagikan,” katanya.

Ia menambahkan, setiap KPM akan mendapatkan kupon, yang dibeli dengan harga Rp 16 ribu, yang nanti akan ditukar dengan beras medium. Pendistribusian rasidi baru akan dilakukan pada 20 September mendatang dan harus selesai dalam lima hari. Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan verifikasi lapangan, dengan maksud agar penerima betul-betul sesuai dengan sasaran.

“Jadwal sudah ditentukan oleh Pemprov Jatim. Untuk Kabupaten Pasuruan mulai dilakukan pendistribusian rasidi mulai tanggal 20-25 September, karena jadwal berikutnya adalah di daerah lain. Kita masih melakukan verifikasi lapangan agar para penerima sesuai, tidak ada yang status sosialnya meningkat atau jadi orang sukses,” beber dia.

Saat ditanya apakah penerima rasidi juga merupakan penerima BPNT, Gunawan menjelaskan, 95% lebih adalah penerima bukanlah penerima program BPNT. Sedangkan sisanya sama-sama penerima dua program tersebut. “Yang jelas tidak banyak, ada dua atau tiga orang saja yang menerima program rasidi dan BPBT, namun jumlahnya kecil, karena data kami dapatkan dari BPS dan verifikasi lapangan,” tegasnya.

Seperti diketahui, selain Kabupaten Pasuruan, Pemprov Jatim juga memberikan  bantuan rasidi pada 521 KPM di 6 kelurahan yang tersebar di 2 kecamatan di Kota Pasuruan. Sedangkan total KPM yang mendapat bantuan rasidi se-Jawa Timur mencapai 336.723 KPM di 3122 desa/kelurahan yang tersebar di 456 kecamatan di 36 kota dan kabupaten se-Jawa Timur. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.