Prosesi pemotongan untaian bunga oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

‎PROBOLINGGO | ‪duta.co‬ – Layanan Kapal Cepat Trans Laut resmi beroperasi di Pelabuhan Probolinggo, ditandai dengan prosesi pemotongan untaian bunga oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
‎
‎Program ini merupakan bagian dari pengembangan transportasi laut yang terintegrasi dengan jaringan Bus Trans Jatim, dengan rute penghubung dari Pelabuhan Probolinggo menuju wilayah Madura.
‎
‎Emil menjelaskan, Trans Laut adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyediakan akses transportasi yang merata, khususnya bagi masyarakat kepulauan di wilayah Madura dan Tapal Kuda.
‎
‎“Layanan Jatim Akses tidak hanya diperuntukkan bagi warga perkotaan, tetapi juga bagi masyarakat di kepulauan,” ujarnya, pada Rabu (10/12/2025).
‎
‎Kepala Dinas Perhubungan (Disbun) Jatim, Nyono, menambahkan bahwa Kapal Cepat Trans Laut Jatim telah melakukan pelayaran perdana pada 24 November 2025. Hingga kini, jumlah penumpang yang sudah terlayani mencapai 1.418 orang.
‎
‎Sama seperti Bus Trans Jatim, layanan kapal cepat ini menggunakan skema Buy The Service dengan operator KMP Express Bahari milik PT Pelayaran Sakti Inti Makmur. Kapal Cepat Trans Laut Jatim diharapkan menjadi moda transportasi laut yang cepat, aman, dan efisien.
‎
‎Rute yang disiapkan menghubungkan wilayah hinterland Probolinggo dengan Pulau Madura sisi selatan dan timur, yang secara kultural memiliki hubungan kekerabatan yang kuat.
‎
‎“Kapal Cepat Trans Laut Jatim berpotensi besar mendorong pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan keagamaan, pariwisata, hingga perdagangan antardaerah,” kata Nyono.
‎
‎Operasional kapal berlangsung enam hari dalam sepekan. Pada hari Senin–Kamis (weekday), kapal melayani rute Probolinggo–Gili Ketapang–Gili Mandangin–Pelabuhan Branta. Sementara pada akhir pekan (Sabtu–Minggu), rute diperluas hingga ke Gili Iyang dan Kalianget.

‎“Hari Jumat tidak ada pelayanan karena kapal menjalani perawatan teknis,” jelasnya.
‎
‎Tarif Kapal Cepat Trans Laut Jatim ditetapkan mulai Rp30.000 hingga Rp235.000 per perjalanan, sesuai panjang rute. Khusus dalam rangka peluncuran dan sosialisasi layanan, diberlakukan tarif promo hingga akhir tahun.
‎
‎“Sampai akhir 2025, cukup bayar Rp5.000 hingga Rp18.000, sudah termasuk asuransi penumpang dan pass masuk pelabuhan,” ujar Nyono.
‎
‎Sebagai informasi, peluncuran layanan Trans Laut ini melengkapi keberadaan Bus Trans Jatim yang kini telah beroperasi di delapan koridor. Peresmian ditandai dengan pelepasan Kapal Cepat Trans Laut pada rute Probolinggo–Gili Ketapang–Gili Mandangin–Pelabuhan Branta, Pamekasan. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry