Ribuan siswa membasuh kaki ibu secara serentak di seluruh sekolah di Kota Surabaya untuk memecahkan Rekor MURI. DUTA/ist
SURABAYA | duta.co – Semangat kepramukaan dan penghormatan kepada orang tua berpadu dalam gelaran Pemecahan Rekor MURI yang berlangsung di Pelataran Parkir Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari pelantikan Pramuka Garuda Golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak se-Kecamatan Sukolilo ini diikuti sebanyak 1.352 anggota Pramuka dengan mengusung tema “Surabaya Hebat, Indonesia Kuat.”

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Unitomo yang diwakili Wakil Rektor III Bidang Promosi dan Kemahasiswaan, pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Sukolilo, unsur Forkopimka, kepala sekolah, para pembina Pramuka, serta ratusan orang tua peserta yang turut mendampingi putra-putrinya. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut semakin menegaskan kuatnya dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Sukolilo, M. Ishaq, S.Ag, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan para orang tua yang hadir sejak pagi hari.

Menurutnya, pelantikan Pramuka Garuda merupakan momentum penting untuk menumbuhkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, terampil, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

“Kami bangga melihat semangat adik-adik Pramuka yang hadir bersama orang tua mereka. Ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah dan organisasi, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Pramuka Garuda adalah simbol generasi unggul yang siap menjadi teladan, berprestasi, serta mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak se-Kota Surabaya dalam upaya mencetak generasi emas yang tangguh dan berwawasan kebangsaan. Dari Kecamatan Sukolilo sendiri, sebanyak 506 Pramuka Siaga, 729 Penggalang, dan 117 Penegak resmi dilantik sebagai calon Pramuka Garuda.

Mewakili Rektor Unitomo, Wakil Rektor III Bidang Promosi dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Suyanto, M.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan berjiwa nasionalis.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemecahan Rekor MURI, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat bermakna. Melalui Pramuka, generasi muda diajarkan untuk menghormati orang tua, menumbuhkan disiplin, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun semangat persatuan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan memecahkan rekor bukanlah tujuan utama, melainkan dampak positif dari semangat kebersamaan dan pengabdian yang ditunjukkan seluruh peserta.

Kemeriahan acara semakin terasa saat seluruh peserta secara serentak mengikuti prosesi membasuh kaki orang tua sebagai simbol bakti, penghormatan, dan rasa terima kasih kepada sosok yang telah mendidik dan membesarkan mereka.

Aksi penuh haru tersebut berhasil mencatatkan Rekor MURI sebagai kegiatan pembasuhan kaki orang tua oleh anggota Pramuka terbanyak. Tidak berhenti di situ, para peserta juga menampilkan peragaan semafor secara massal yang kembali mengantarkan Kota Surabaya meraih Rekor MURI.

Melalui dua capaian tersebut, Gerakan Pramuka membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat dikemas secara kreatif, inspiratif, dan menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pramuka tetap relevan sebagai wadah pembentukan generasi muda yang berakhlak mulia, terampil, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry