KOMPETISI : Peserta mahasiswa dan siswa tingkat SMA se-Indonesia saat membuat maket dalam kompetisi On the spot membuat Maket Jembatan dan Struktur Bangunan tingkat Nasional di Chameleon Hall Plaza Tunjungan Surabaya, Jumat (10/05). Kegiatan yang di Usung oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UK Petra ini di ikuti kurang lebih 1.113 peserta dari seluruh Indonesia. DUTA/WIWIEK WULANDARI

SURABAYA | duta.co- Petra Civil Expo (PCE) 2019 yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UK Petra memasuki finalnya hari Jumat-Minggu, 10-12 Mei 2019 mulai pukul 10.00-22.00 WIB di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6.

“Kompetisi skala nasional ini menghadirkan tiga kategori lomba yaitu Bridge Competition (BC), Earthquake Resistant Design Competition (ERDC) dan Lomba. Kuat Tekan Beton (LKTB). Diikuti kurang lebih 1.113 peserta dari ketiga kategori baik mahasiswa maupun SMA di Indonesia.”, ungkap Florentcia Hartono sebagai Ketua Panitia PCE 2019.

Masing-masing kompetisi yang dilakukan secara berkelompok ini berisi 1 hingga 3 orang tiap kelompoknya, mereka telah melewati proses penyisihan sebelumnya. Saat babak final untuk kategori BC tercatat 10 tim SMA dan 25 tim universitas yang akan berlaga. Sedangkan untuk kategori ERDC

dalam babak final akan ada 10 tim universitas yang bersaing dan kategori LKTB akan ada 10 tim universitas.

”Be Impactful for Development ”, inilah yang diangkat menjadi tema pameran konstruksi Petra Civil Expo 2019. Hari pertama, para peserta diminta untuk membuat karyanya on the spot selama kurang lebih 6 jam lamanya menggunakan bahan-bahan yang disediakan panitia antara lain kayu balsa dan

lem. Sedangkan hari ketiga akan dilakukan pengujian atas karya yang telah mereka buat sebelumnya.

para peserta lomba BC akan mengajak peserta memahami efisiensi sebuah jembatan, harus dibangun

dengan kuat dan dengan biaya seminim mungkin. Jadi akan menghasilkan struktur jembatan yang kuat, efisien dan inovatif. Sedangkan untuk ERDC mengajak peserta mendesain struktur bangunan yang tahan gempa.

Berbeda dengan kompetisi LKTB, di hari ini para peserta hanya diminta untuk mempresentasikan mengenai bahan beton yang digunakan.

Puncak acara pada Minggu, 12 Mei 2019 mulai pukul 10.00-22.00 WIB akan digelar pengetesan. BC diuji ketahanannya dengan cara diberi pembebanan dan diukur efisiensinya. Sedangkan ERDC akan diuji ketahanannya terhadap gempa menggunakan mesin simulasi gempa. Rata-rata pengujian baik pembebanan maupun penggetaran ini setiap maket para peserta akan dipasangi beban seberat

kurang lebih 1 kg secara bertahap. wiek

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.