Bupati Malang HM Sanusi (tengah) bersama Direktur PT AMA Ge Recta Geson, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono dan Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto melakukan pelepasan ekspor perdana probiotik suplemen kesehatan ProEm1di Pakisaji, Malang, Kamis (9/9/2021). DUTA/ist

MALANG | duta.co –  Suplemen kesehatan probiotik, ProEm1 akhirnya bisa menembus pasar China.

Kamis (9/9/2021), 1.020 botol ProEm1 dilepas secara simbolis oleh Direktur PT AMA Ge Recta Geson, Bupati Malang HM Sanusi, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono dan Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto dari pabriknya di Kawasan Pakisaji, Malang.

Direktur PT AMA Ge Recta Geson mengatakan ekspor senilai 18.500 USD itu sebagai sebuah bukti bahwa ProEm1 diterima di pasar luar negeri.

“Walau mengurus izin untuk masuk ke negara itu serta mengurus izin edar sangat ketat. Tapi akhirnya bisa kami lewati dengan baik,” ujar Recta usai pelepasan.

Dengan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan, Recta berkeyakinan, pasar China akan terus berkembang. Bahkan, order lanjutan akan terjadi. “Produk yang baik, akan diterima pasar dengan baik,” tukasnya.

Selain ke China, ProEm1 sudah mendapatkan permintaan dari India, Thailand, Vietnam dan Malaysia. “Tapi, izin-izin harus kami urus dulu dan itu butuh waktu. Kalau masalah produk, kami selalu siap,” tukas Recta.

Karenanya sampai saat ini, produk ini masih banyak diserap pasar lokal. “Ekspor masih kecil, tapi perlahan akan kami tingkatkan,” tandasnya.

ProEm1 naik daun sejak kasus Covid-19 masuk ke Indonesia. Suplemen ini dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa tahan terhadap serangan virus ganas ini.

Padahal, suplemen ini bisa digunakan untuk semua penyakit apapun. Untuk menyeimbangkan bakteri baik dan buruk yang ada dalam tubuh sehingga imunitas tubuh bisa meningkat dan melawan serangan penyakit apapun.

Bupati Malang, Sanusi mengaku senang, ada produk dari Malang yang bisa menembus pasar dunia.

Ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang ingin mengembangkan Malang ke pasar global. “Bukti dari Malang untuk dunia bisa terjadi dan bisa dilakukan,” ungkapnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry