Thursday , July 27 2017
DAFTAR CAGUB: Nurwiyatno naik mobil bak terbuka dikawal aktivis GMNI dan para seniman saat mendaftarkan diri sebagai Cagub/Cawagub ke Kantor Partai Demokrat Jl Kertajaya Surabaya, Minggu (16/7). (duta.co/suud)

‘Titisan’ Soekarwo Daftar Cagub Jatim ke Demokrat

SURABAYA | duta.co – Tokoh nasionalis yang juga Ketua PA GMNI Jatim Nurwiyatno mendaftar berlangsung semarak. Pria yang masih menjabat kepala Inspektorat Jatim itu mendatangi kantor DPD Partai Demokrat Jatim di jalan Kertajaya Surabaya Minggu (16/7) diiringi ratusan orang dari kelompok nasionalis,aktivis GMNI, seniman dengan naik mobil jeep terbuka untuk mendaftar sebagai Cagub atau Cawagub dari Partai Demokrat

Pendaftaran Cak Nur (panggilan akrab Nurwiyatno) ini tergolong meriahi jika dibandingkan bakal calon yang telah mendaftar sebelumnya seperti Saifullah Yusuf dan Nurhayati Assegaf.  Relawan Cak Nur rela mengantar jalan kaki ke DPD Demokrat hingga memacetkan jalan.

Cak Nur mengaku mendaftar di Demokrat karena partai berlambang segitiga Mercy tersebut nasionalis dan religius. DPD Partai Demokrat Jatim kebetulan dipimpin oleh Soekarwo yang juga gubermur Jatim.

“Beliau (Soekarwo,red) atasan saya, sekaligus guru saya di birokrasi. Beliau pernah juga jadi Ketum PA GMNI. Sebagai seorang nasionalis. Jadi satu-satunya partai yang jadi pilihan saya,” ujar Cak Nur, usai mendaftar di Demokrat.

Mantan kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Jatim tersebut mengungkapkan setelah mendaftar akan membentuk tim untuk mengondiisikan. Mengingat banyak cara yang harus  dilakukannya yakni harus komunikasi dengan semua parpol dan elemen masyarakat.

“Saya harus bisa komunikasi dengan anak muda. Saya akan minta bantuan teman – teman di Demokrat bagaimana cara membranding saya. Agar diterima masyarakat,” katanya.

Sementara visi dan misi yang akan diembannya, Cak Nur mengaku masih didiskusikan. Mengingat perlu ada pembahasan antara dirinya dengan timnya. Dengan begitu, menjadi visi misi yang baik.  “Jangan sampai keluar visi misi nanti kedepannya tidak bagus. Jadi tidak bisa sembarang gitu. Karena ini menyangkut Jatim,” tuturnya.

Cak Nur tidak mempermasalahkan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga mendaftar bacagub lewat Demokrat. Hanya saja Cak Nur menyerahkan sepenuhya ke Demokrat, apakah dijadikan sebagai bacagub atau bacawagub.

“Saya kan mendaftar untuk maju di Pilgub. Sebagai apa saya sampaikan tergantung sepenuhnya pada Demokrat. Jadi terserah Demokrat mau jadikan seperti apa. Mungkin melalui survei atau seperti apa,” dslihnya.

Meski masih berstatus sebagai PNS, Cak Nur konsisten akan mengikuti aturan jam kerja yang sudah ditetapkan. Cak Nur tetap bekerja Senin-Jum’at mulai pukul 07.00 hingga 16.00. Jika memag diharuskan lembur, Cak Nur tetap akan lembur Selebihnya waktu tersebut, Cak Nur akan gunakan untuk menyapa masyarakat.

Penyapaan tersebut untuk mencari dukungan, masukan dan mungkin akan komunikasi dengan masyarakat untuk menyerap apa yang mungkin diperlukan. “Saya  tidak perlu mengundurkan diri dari PNS, karena sesuai aturan yang berlaku diwajibkan mundur jika sudah ditetapkan oleh KPU sebagai cagub atau cawagub.

Sementara itu, ketua sevisi pendaftaran Cagub-Cawagub DPD PD Jatim, Maskur mengaku senang dan bersyukur karena ada tokoh birokrat yang berani mendaftat Pilgub melaui demokrat. Apalagi Gubernur Jatim saat ini dulunya juga dari birokrat. “Dengan daftarnya Cak Nur ini maka semakin beragam latarbelakang calon yang mendaftar. Mudah-mudahan Cak Nur bisa meneruskan pembangunan yang dilakukan Pakde Karwo,” harap mantan Kadis Peternakan Jatim ini.

Senada, sekretaris DPD PD Jatim Renville Antonio menyatakan bahwa partai demokrat sengaja membuka pendaftaran Cagub-Cawagub karena ingin memberi banyak pilihan masyarakat dalam mencari pemimpin Jatim ke depan. “Nanti setelah pendaftaran ditutup, Pakde Karwo akan mengundang seluruh calon yang sudah mendaftar untuk dipertemukan dengan seluruh DPC PD se-Jatim sekaligus menjelaskan visi misinya,” jelas Renville.

Ditambahkan Renville, pada bulan Agustus mendatang pihaknya akan melaksanakan survey terhadap para calon yang sudah mendaftar, dan hasilnya sekitar September 2017 akan dilaporlkan ke DPP PD. “Insya Allah pada Desember 2017, rekomendasi dari DPP akan diterbitkan. Makanya kami harapkan setelah mendaftar para calon lebih sering menyapa ke masyarakat sebagai bentuk peduli dan memberi solusi supaya hasil surveynya baik,” pungkasnya. ud

Check Also

Cegah Konflik Sosial, Kemensos Salurkan Bantuan Keserasian Sosial Rp17,4 M

JAKARTA | duta.co –  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan dalam pencegahan konflik sosial, bukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *