Saturday , June 24 2017
KONDISI Jatim yang masih dibelit korupsi membuat Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA prihatin. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah ini menilai figur Khofifah cocok memimpin Jatim.

Silaturahmi PCNU Surabaya Dihadiri Khofifah, Mustasyar: Dugaan Suap Kadis Mustahil ‘Bosnya’ Tak Tahu

SURABAYA | duta.co – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap yang melibatkan Ketua Komisi B DPRD Jatim, Mochmmad Basuki, dengan sejumlah kepala SKPD Pemprov Jatim, masih menyisakan keprihatinan bagi masyarakat di Jatim. Tak terkecuali Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA.

Mustasyar PCNU Kota Surabaya yang juga Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah itu tidak percaya kalau kepala dinas yang menyetor uang suap untuk anggota legislatif tidak diketahui oleh gubernur.

“Kepala dinas itu kan mengeluarkan uang. Kalau mengeluarkan uang nggak mungkin ‘bosnya’ (gubernur) nggak diberi tahu. Kalau anggota DPRD yang mendapatkan uang, mungkin saja ketua DPRD-nya tidak diberi tahu,” katanya saat silaturahim dengan pengurus PCNU Surabaya di Ponpes Amanatul Ummah Siwalankerto, Surabaya, Minggu (18/6) malam.

Silaturahim tersebut dihadiri seluruh pengurus harian, termasuk Rais Syuriah KH Mas Sulaiman dan Ketua Tanfidziyah Dr H Ach. Muhibbin Zuhri MAg. Hadir pula tamu istimewa Syekh Prof Dr Ismail Hamdan Musa Bulbul dari Palestina yang kini tinggal di Mesir. Selain itu juga hadir Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang juga memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Kiai Asep mengaku ngeri melihat korupsi di Jatim. “Ngeri sekali kita melihat berita begitu ada kekuatan yang luar biasa, ‘kerjasama’ luar biasa antara DPRD, legislatif dengan birokrat kepala-kepala dinas,” katanya.

Bagi Kiai Asep, hal itu merupakan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara, khususnya rakyat Jatim. “Apakah pemerintahan semacam ini yang harus kita dukung dan terus berlestari di Jatim?” tanyanya pada hadirin yang serempak dijawab, “Tidak!”

Karena itu, putra KH Abdul Chalim Leuwimunding (muassis NU Surabaya) tersebut mengajak hadirin untuk membaca hizib nashor agar Jatim, khususnya Surabaya, selalu diberikan pertolongan Allah Swt dan mereka yang merusak Jatim disingkirkan.

“Semoga Allah menyingkirkan para pengkhianat baik di Surabaya maupun Jatim,” katanya yang dilanjut membaca hizib nashor.

Kiai Asep juga memuji Mensos Khofifah. Melihat kondisi Jatim yang tidak berubah, Kiai Asep melihat Khofifah figur tepat untuk memimpin Jatim.

“Pada setiap jengkal tanah di Jawa ini, mereka merindukan kepemimpinan Ibu Khofifah. Saya yakin tidak semua setuju dengan saya, tapi saya yakinkan ke Ibu Khofifah, bahwa jumlah yang tidak setuju itu sedikit,” kata Kiai Asep disambut tepuk tangan hadirin.

Seperti diberitakan, 5 Juni lalu Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terkait dugaan suap. Sejumlah pihak diamankan dalam OTT tersebut, yakni Ketua Komisi B DPRD Jatim, Mochmmad Basuki; Kadis Pertanian Provinsi Jatim, Bambang Heryanto; Kadis Peternakan Provinsi Jatim, Rohayati; Ajudan Bambang Heryanto, Anang Basuki Rahmat; serta dua staf DPRD Jatim‎, Rahman Agung dan Santoso.

Dalam OTT, KPK menyita uang Rp 150 Juta. Uang Rp 150 Juta tersebut didapat dari ruang anggota DPRD Jatim‎. Uang dugaan suap Rp 150 Juta yang berhasil diamankan tim Satgas KPK itu merupakan bagian dari pembayaran triwulanan tahap kekedua, dengan total komitmen fee sebesar Rp 600 juta di setiap kepala dinas terkait.

Selain Rp 150 juta, pada 26 Mei 2017 juga ada uang Rp 100 juta dari Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim soal revisi Perda yang diterima Moch Basuki. Lalu pada 31 Mei 2017, Moch Basuki menerima lagi Rp 50 juta dari Kepala Dinas Perisndustrian dan Perdagangan. Ada juga Rp 100 juta dari kadis Perkebunan dan Rp 150 juta dari Kadis Pertanian.

Pasca pemeriksan intensif dan gelar perkara, KPK akhirnya menetapkan keenam orang tersebut sebagai tersangka.

Belakangan, tak hanya dua SKPD yang diduga terlibat melainkan 10. Yakni Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perkebunan, dan Dinas Kehutanan.

Lalu Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Biro Administrasi Perekonomian, dan Badan Ketahanan Pangan serta Biro Administrasi Sumber Daya Alam.•

Check Also

Mensos Bagikan Kartu PKH Non Tunai di Jombang

JOMBANG | duta.co – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *