Friday , June 23 2017
Pesawat Hercules milik TNI AU jenis C-130 nomor registrasi A1334 hancur berkeping-keping setelah menabrak Gunung Tugima, Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya.|AFP

Sayap Hercules ‘Nyantol’ Gunung, 13 TNI AU Tewas

Misi Peningkatan Terbang, Jatuh di Ujung Runway 33

Pesawat Hercules milik TNI AU jenis C-130 nomor registrasi A1334 hancur berkeping-keping setelah menabrak Gunung Tugima, Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya.|AFP

MALANG-Pesawat Hercules C-130  nomor registrasi A1334 milik TNI AU hancur berkeping-keping di Papua, Minggu (18/12). Pesawat yang dipiloti Mayor Pnb Marlon A Kawer ini menabrak Gunung Tugima, Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya. Sebanyak 12 kru pesawat dan 1 penumpang tewas. Semuanya personel TNI AU.

Hercules terbang dari Bandara Mozez Kilangin Timika pukul 05.35 WIT kemarin menuju Wamena. Pesawat direncanakan tiba di Wamena pukul 06.13 WIT kemarin.

Kru Hercules sempat mengontak tower di Wamena pukul 06.02 WIT dan menyampaikan segera mendarat di ujung runway 15. Namun, karena ujung runway 15 di Wamena kurang baik (terhalang cuaca), tower mengubah pendaratan pesawat di runway 33.

Pada 06.08 WIT, petugas tower Wamena secara manual sempat melihat pesawat akan mendarat. Petugas tower kemudian berusaha kembali mengontak pesawat pada 06.09 WIT untuk memastikan pendaratan, tapi sudah tidak ada jawaban atau lost contact.

“Pada saat itu wing (sayap) sebelah kiri menabrak bukit, sehingga terjadi lost contact dan jatuh,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna, saat dihubungi, Minggu (18/12) kemarin.

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja menambahkan, pesawat  kecelakaan di ujung landasan 33. “Diawaki 12 orang, 1 penumpang terusan dari Lanud Abdurahman Saleh. Jadi total korban 13 orang. Satu penumpang dinas atas nama Kapten Rino,” katanya saat konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Minggu (18/12).

Hadiyan memastikan, pesawat Hercules C-130 yang dipiloti Mayor Pnb Marlon A Kawer ini dalam kondisi laik terbang. Dugaan awal, kecelakaan dipicu akibat cuaca di sekitar wilayah Wamena pada pukul 06.08 WIT itu berawan dan landasan berkabut.

“Ini perkiraan awal, jangan jadi patokan. Karena dalam kecelakaan ada lima faktor yang bisa berkontribusi langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Misi Latihan Terbang

Sebanyak 13 personel TNI AU yang berada di pesawat tewas.|AFP

Hadiyan menambahkan, pesawat ini dalam misi latihan. Latihan ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan para penerbang, dari yang sebelumnya co-pilot menjadi pilot. Serta, mampu mendaratkan pesawat di semua pangkalan yang ada.

Meski demikian pesawat dikabarkan juga membawa sembako dan semen seberat 12 ton.

Komandan Lanud Abdurahman Saleh Malang Marsma TNI AU Djoko Senoputro membenarkan pesawat sedang melaksanakan misi peningkatan latihan terbang. Pria yang akan mengakhiri masa tugasnya Selasa (20/12) besok itu mengatakan, jatuhnya pesawat hibah dari Australia ini diduga faktor cuaca.  “Secara teknis pesawat sangat layak terbang, namun semuanya kembali ke takdir,” ungkapnya.

Hanya saja Djoko enggan berkomentar soal penyebab utama jatuhnya pesawat Hercules ini. “Kita masih menunggu hasil penyidikan, yang pasti TNI AU sangat berbela sungkawa atas meninggalnya kru pesawat dalam tugas,” jelasnya.

Juru Bicara Polda Papua AKBP Kemal saat dihubungi mengatakan, lokasi sudah ditemukan di Distrik Maima. Tim sudah di lokasi dan sedang proses evakuasi para kru pesawat ke jalan raya,” kata Juru Bicara Polda Papua AKBP Kemal saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Kemal, seluruh penumpang pesawat tersebut dipastikan tidak ada yang selamat. “Ada 12 kru dan 1 pilot sesuai laporan awal. Semua tewas,” tambahnya.

Cek Pesawat Hercules

Guna mencegah agar tidak terjadi hal serupa, Lanud Abdurahman Saleh Malang sementara waktu akan melakukan pengecekan ulang semua pesawat Hercules yang dimiliki pangkalan TNI-AU Abduracham Saleh, Malang. “Sementara kita akan cek ulang kembali pesawat-pesawat lainnya,” tandas Danlanud Abdurahman Saleh Malang Marsma TNI AU Djoko Senoputro.

Saat ini pihaknya tengah berfokus pada pemulangan jenazah kru pesawat Hercules yang jatuh. “Semua biaya mulai penjemputan hingga pemakaman akan ditanggung pihak TNI-AU,” tambahnya.

Sementara itu, Dwiwardana, kerabat almarhum Peltu Suyata, memita agar kakak iparnya itu dipulangkan ke Malang.

“Kita berharap TNI-AU memulangkan kakak kami apa pun kondisinya. Pihak keluarga pasrah serta sudah mengikhlaskan kepulangan almarhum. Karena hal itu bagian dari risiko yang harus ditanggung oleh istri seorang TNI,” ungkapnya kepada wartawan di rumah duka di Perum Asrikaton Blok K-1, Pakis, Kabupaten Malang.

10 Teridentifikasi

Dari 13 korban tewas, sepuluh korban sudah diketahui identitasnya. “Yang sudah teridentifikasi 10 orang dan 3 orang lagi masih dalam proses identifikasi,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya dalam pesan singkat, Minggu (18/12).

Menurut dia, para korban kini masih berada di Bandara Wamena. Rencananya, para korban akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Sementara itu, Mabes TNI AU menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya pada korban. Mereka berharap, keluarga korban bisa diberikan ketabahan dan kekuatan.

“Kami mohon maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas kehilangan ini. Ini musibah yang memprihatikan. Kita doakan arwah prajurit diterima di sisi Tuhan,” kata Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja.

Presiden: Atasi Akar Masalah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berduka atas jatuhnya pesawat Hercules H-130 A-1334 di Wamena, Papua, pagi kemarin.  “Kita kembali berduka atas jatuhnya pesawat TNI AU di Wamena. Akar masalah harus dapat diatasi, agar tidak terulang lagi,” kata Jokowi dalam akun pribadinya.

Tercatat, sudah sembilan kecelakaan pesawat Hercules terjadi di Indonesia. Pertama kali insiden kecelakaan terhadap pesawat bongsor ini adalah pada 3 September 1964 atau empat tahun setelah dibeli.

Saat itu, pesawat Hercules jenis C-130B T-1307 jatuh setelah mencoba terbang rendah di Selat Malaka saat menjalankan Operasi Dwikora. Terakhir, sebelum insiden di Wamena, pesawat Hercules C-130 jatuh dan menimpa ruko di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 122 orang tewas. ais, viv, meo


Korban Hercules TNI AU Tabrak Gunung:

  1. Instruktur Penerbang Mayor Pnb Marlon A. Kawer
  2. Penerbang BR Kapten Pnb J. Hontian F. Saragih
  3. Penerbang II Lettu Pnb Hanggo Fitradhi
  4. Navigator I Lettu Nav Arif Fajar Prayogi
  5. Juru Radio Udara Peltu Lukman Hakim
  6. Juru Mesin Udara I Peltu Suyata
  7. Juru Mesin Udara II Peltu Kusen
  8. Juru Mesin Udara II Serma Kudori
  9. Load Master I Peltu Agung Tri W
  10. Load Master II Pelda Agung S
  11. Load Master II Serma Fatoni
  12. Extra Kru Serda Suyanto

Satu penumpang dari Lanud Abdurrahman Saleh Malang:

  1. Penumpang Anggota Kosek lV Biak Kapten Lek Rino

9 Kecelakaan Hercules di Indonesia:

 

3 September 1964:

Hercules Jenis C-130 BT-1307 jatuh di Selat Malaka saat Operasi Dwikora. Kecelakaan disebabkan karena pesawat terbang rendah untuk menghindari radar. Sebanyak 47 tewas.

 

17 September 1965:

Hercules jenis C-130 B jatuh diduga jatuh akibat tertembak pasukan sendiri di Long Bawang, Kalimantan Timur. Sejumlah penumpang dilaporkan selamat karena sempat terjun payung sebelum pesawat jatuh.

 

21 November 1985:

Hercules C-130 H-MP hancur menabrak gunung di Pegunungan Sibayak, Sumatera Utara. Sebanyak 10 kru tewas.

 

5 Oktober 1991:

Pesawat Hercules C-130 H jatuh di Condet, Jakarta Timur, tak jauh dari Bandara Halim Perdanakusuma. Kecelakaan menewaskan 135 orang.

 

20 Desember 2001:

Pesawat Hercules C-130 terbakar setelah mendarat dan menabrak pagar landasan di Bandar Udara Lhokseumawe, Aceh.

 

11 Mei 2009:

Pesawat Hercules C-130 B mendarat darurat di Bandara Wamena. Dua rodanya copot. Satu di antaranya mengenai seorang warga.

 

20 Mei 2009:

Pesawat Hercules A-1325 jatuh sebelum mendarat di bandara Iswahyudi. Pesawat mati mesin dan menewaskan 102 orang, 52 di antaranya anggota TNI.

 

30 Juni 2015:

Pesawat Hercules C-130 jatuh dan menimpa ruko di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 122 orang tewas.

 

18 Desember 2016:

Pesawat Hercules C-130 A-1334 jatuh di Gunung Lisuwa Distrik Minimo Kabupaten Jayawijaya, Papua. 13 orang tewas.

 

 

Check Also

Mendikbud: Full Day School Tak Dibatalkan tapi Diperkuat

JAKARTA | duta.co – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membantah program sekolah 8 jam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *