Wednesday , June 28 2017

Putri Setya Novanto, Dwina Michaella Diperiksa KPK

JAKARTA | duta.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyasar pihak-pihak yang terkait korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012. Kali ini giliran mantan Komisaris PT Murakabi Sejahtera Dwina Michaella.

Dwina yang merupakan anak Setya Novanto, Ketua DPR RI ini akan dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan tersangak Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Agustinus),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Murakabi Sejahtera tergabung dalam salah satu konsorsium peserta proyek lelang e-KTP. Murakabi tergabung dalam Konsorsium Murakabi Sejahtera yang terdiri dari PT Murakabi, PT Java Trade, dan PT ARia Multi Graphia.

Konsorsium tersebut sengaja diciptakan sebagai peserta pendamping. Pemenang lelang dari awal sudah dirancang adalah konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia. Walau tidak menang, perusahaan-perusahaan tersebut tetap mendapat pekerjaan dari pemenang tender.

Dwina Michaella adalah putri Ketua DPR RI Setya Novanto. Setya Novanto dalam dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto disebut sebagai otak korupsi tersebut. Pada kasus tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan menghitung kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun dari anggaran Rp 5,9 triliun. net

Check Also

Pengusaha Mengeluh ‘Gagal Panen’ saat Lebaran

JAKARTA | duta.co – Selama Ramadhan dan Lebaran 2017 ini terkesan tak ada gejolak kenaikan …

One comment

  1. Kartika Kirana

    Diperiksa demi proses peradilan kasus E-KTP Kemendagri itu memang biasa, apalagi sebagai saksi, agar semuanya terang benderang. Tapi KPK juga harus fair, dalami juga kesaksian Gamawan Fauzi yang jelas2 menjadi penanggung jawab proyek tersebut. Kesannya kok KPK tidak fokus dalam penyidikan, karena semua sudah jelas sebenarnya. Pertama, dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) tidak lengkap. Kedua, dokumen BAST tidak lengkap tapi pembayaran tetap dilakukan. Keduanya atas sepengetahuan dan perintah dari Irman serta jaminan dari Sugiharto Pejabat Pembuat Komitmen kepada Junaidi Bendahara Pembantu Proyek E-KTP. Irman dan Sugiharto beraksi bukan tanpa sepengetahuan Gamawan Fauzi yang menjabat sebagai Mendagri waktu itu. Jadi, tunggu apalagi? Terkesan aneh ketika opini digiring hanya kepada Andi Narogong dan Miryam S Haryani saja. Bukankah dua terdakwa pertama adalah anak buah Gamawan Fauzi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *