Thursday , June 29 2017
SIDANG: Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani sidang lanjutan kasus penistaan agama di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian. (duta.co/dok)

Pagi Ini Ahok Akan Berhadapan dengan Lima Saksi Memberatkan

SIDANG: Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani sidang lanjutan kasus penistaan agama di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian. (duta.co/dok)

JAKARTA | duta.co  – Hari ini, Selasa (10/1), Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perkara penistaan agama berencana mendatangkan lima saksi. Kelima saksi ini bakal memberatkan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama pada sidang ke-5 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara bertempat di Auditorium Kementerian Pertanian.

Saksi pertama yang akan datang yakni Hj. Irena Handono. Dia adalah seorang ustadzah kelahiran Surabaya pada 30 Juli 1954 yang sebelumnya seorang biarawati. Dia kerap mengkritik Ahok terkait dengan pernyataan Surat Al-Maidah 51. Perempuan itu memiliki latarbelakang panjang hingga akhirnya masuk Islam. Ia mengucap syahadat pada 1983 disaksikan oleh ulama Nahdlatul Ulama, KH. Misbach.

Saksi kedua, yang dijadwalkan datang yakni Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman. Dia adalah salah satu tokoh yang melaporkan Ahok ke polisi atas kasus yang sama. Pedri melaporkan Ahok pada 7 Oktober 2016.

Sejak saat itu, Pedri getol bersuara di media massa untuk memperkarakan kasus tersebut. Ahok sempat meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap menistakan agama. Namun Pedri menganggap bahwa kasus Ahok akan jalan terus.

Saksi ketiga yang bakal memberi keterangan yakni Ibnu Baskoro. Dia diketahui seorang pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur. Dia bersama jamaah masjid sebelumnya juga sempat melaporkan Ahok ke polisi atas kasus penistaana agama.

Saksi keempat yakni, Muhammad Burhanuddin, seorang pengacara yang juga sering mengkritik kasus Ahok. Dia juga pernah menjadi pengacara Farhat Abbas. Sedangkan saksi kelima yakni Willyudin Abdul Rasyid Dhani, seorang Sekretaris Forum Umat Islam Bogor. Dia pernah tercatat menjadi anggota MUI Kota Bogor.

Ketua tim kuasa hukum calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Trimoelja D. Soerjadi, mengatakan kasus dugaan penistaan agama terhadap Ahok, mengandung banyak muatan politik. “Perkembangan di sidang kadang ada hal yang mengejutkan, kami akan berusaha menghancurkan kredibilitas para saksi,” ujar Trimoelja. net

Check Also

Pasukan Khusus Perempuan Itu Bikin ISIS Gemetaran

DAMASKUS | duta.co – Peristiwa menakjubkan terjadi di medan peperangan Raqqa, Suriah. Sebuah video memperlihatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *