Tuesday , June 27 2017
Lilis Wahyuni didampingi ibunya Sutiah saat berada di lokasi Penampungan Rehabilitasi Dinsosnaker. (duta.co/Nanang)

Lulus Madrasah, Seorang Gadis Jalani Hidup Memulung

Lilis Wahyuni didampingi ibunya Sutiah saat berada di lokasi Penampungan Rehabilitasi Dinsosnaker. (duta.co/Nanang)

KEDIRI | duta.co — Kadang nasib manusia tiada yang tahu, setinggi apapun ilmu yang dimiliki bukan berarti bisa menjadi bekal di masa depan. Kisah ini dialami Lilis Wahyuni (20) warga Jongbiru Kecamatan Gampengrejo yang tertangkap razia petugas saat mencari rongsokan bersama ibunya, Sutiah (55) pada Kamis (22/12/2016). Saat dikonfirmasi, gadis berjilbab ini mengaku pernah bekerja di pabrik roti dan menjadi guru pembantu, namun akhirnya memilih mencari rongsokan membantu ibunya.

Terlihat air mata berlinang, saat Kadensus 331 sebutan untuk Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid berusaha mengorek keterangan pada Lilis. Sambil sesenggukan dia mengaku bahwa dirinya hanya mencari barang sisa – sisa dibuang di tempat sampah atau berserakan di jalan.

“Saya tidak mencuri, pak. Saya butuh uang buat makan, bila ada pekerjaan lebih baik dan hasilnya lebih, ya saya mau saja,” kata Lilis, mengaku lulusan Madrasah Aliyah Nurul ‘Ula berada di Kelurahan Jamsaren Kota Kediri.

Begitu juga keterangan disampaikan ibunya, bila anaknya pernah kerja dimana – mana namun hasilnya ternyata kurang. Akhinya diajak keliling mencari rongsokan sambil berjalan kaki.

“Saya ini cari rongsokan bukan gelandangan. Sehari paling dapat uang 15ribu, itu saja buat makan sama keluarga. Jika bapak itu kerjanya jaga gudang, pak,” kata Sutiah. Saat ditawari untuk mengikuti pelatihan, Sutiah pun mengaku senang apalagi anaknya diberi pekerjaan yang layak, namun masalah yang terjadi bila mereka bukan warga Kota Kediri.

“Beginilah masalah yang sering terjadi, warga di luar Kota Kediri seperti pemulung, gelandangan, anak jalanan bahkan hingga PKL yang kerap kita tertibkan, ternyata bukan beralamatkan warga Kota Kediri. Jadi kami sebatas memberikan pendataan, bila kemudian kami berikan pembinaan seperti pelatihan, jelas di luar tanggung jawab kami,” jelas Kadensus 331, Nur Khamid berharap terjadi sinergitas dengan pihak Pemerintah Kabupaten Kediri. (nng)

Check Also

Permintaan Bunga Sedap Malam di Pasuruan Meningkat

PASURUAN | duta.co – Menjelang Lebaran, jumlah permintaan bunga Sedap Malam dari beberapa desa penghasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *