Thursday , July 27 2017

Lagi-lagi Siswa Dibully dengan Sadis, Guru Harus Cermati Kondisi Siswa!

JAKARTA | duta.co – Hari pertama sekolah para guru dan kepala sekolah diminta memperhatikan masalah bullying yang menimpa siswa. Bila tidak, sekolah akan melahirkan “generani preman” yang berlaku brutal kepada siswa lain. Apalagi aksi bully dilakukan banyak siswa terhadap satu orang siswa. Belum tuntas kasus mahasiswa Gunadarma, kini muncul lagi video siswa dibully teman-temannya. Sadis!

Video itu viral di media sosial. Video sadis itu dengan nuansa kekerasan terhadap remaja perempuan yang mengenakan seragam sekolah.

Dalam video tersebut digambarkan aksi kekerasan yang brutal dilakukan oleh sekelompok remaja yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Mereka terlihat menganiaya seorang remaja perempuan di kawasan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim membenarkan adanya kejadian bullying tersebut. “Itu benar ada kejadian bullying kepada seorang remaja perempuan pada hari Jumat 14 Juli 2017 jam 13.30 di lantai 3A di Thamrin City,” ujar Mustakim kepada Okezone, di Polsek Tanah Abang, Senin (17/7/2017).

Mustakim juga menjelaskan, kejadian tersebut berawal karena korban cekcok mulut dengan salah satu pelaku. Pada hari berikutnya, korban pun dihadang lalu dibawa ke lokasi tersebut.

“Awal mulanya antara korban cekcok mulut sama salah satu terduga pelaku yang cewek. Di hari berikutnya korban dihadang di dekat sekolah dan disuruh datang ke Thamrin City, lalu di sana sudah ada teman-teman pelaku yang nunggu, lalu dilakukan perbuatan dengan kekerasan seperti itu, ada laki-laki dan perempuan yang melakukannya,” papar Mustaqim.

Ia juga mengatakan, terkait kasus ini pihak korban sudah melakukan pelaporan dan visum. Polsek Tanah Abang saat ini juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. (hud,okz)

Check Also

Cegah Konflik Sosial, Kemensos Salurkan Bantuan Keserasian Sosial Rp17,4 M

JAKARTA | duta.co –  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan dalam pencegahan konflik sosial, bukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *