Friday , June 23 2017
IST Menhan Australia Marise Payne (ist)

‘Kopassus’-nya Hina Indonesia, Australia Menyesal

IST
Menhan Australia Marise Payne (ist)

 

Sydney | Duta.co – Menghina dan melecehkan Indonesia ‘habis-habisan’, Pemerintah Australia menyatakan penyesalan dan menjanjikan penyelidikan menyeluruh.

Seperti diberitakan Duta.co, ditemukan material pelatihan pasukan khusus Negeri Kanguru yang menghina Indonesia di pangkalan militer di Perth. Temuan material pelatihan itu memicu TNI menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia.

Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Marise Payne hari ini (5/1/2017) menyatakan, penyelidikan atas material ofensif yang ditemukan di Barak Campbell di Kota Perth, Australia barat, segera selesai.

“Kami telah menyatakan penyesalan kami bahwa ini terjadi dan bahwa kesalahan telah terjadi. Saya pikir sudah tepat ketika mitra penting menyampaikan kekhawatiran mereka pada Anda,” ujar Payne kepada para wartawan di Sydney, Australia seperti dilansir Reuters, Kamis (5/1/2017).

Dikatakan Payne, Australia akan menyampaikan hasil penyelidikan atas masalah ini kepada pemerintah dan militer Indonesia. Payne menolak menjelaskan lebih detail mengenai material yang menghina tersebut. Namun disebut-sebut salah satunya adalah mengenai poster yang mempertanyakan kedaulatan Indonesia atas Papua Barat.

“Kami, tentu saja… mengakui kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia dan itu merupakan sikap tegas dan jelas kami,” tandas Payne. Menurut Payne, material yang menghina tersebut telah disingkirkan dan semua dokumen pelatihan akan “sesuai dengan budaya.”

Sebelumnya,   Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, ada oknum anggota ADF (pasukan khusus Australia) yang menghina lambang negara Indonesia, Pancasila. Hal ini diketahui berdasarkan laporan pelatih dari Kopassus yang mengajar di Sekolah Pasukan Khusus Australia.

Menhan mengatakan, oknum itu sudah diberi sanksi oleh ADF. “Itu kan yang letnan saja, kemudian sudah ditegur, sudah dihukum itu,” kata Ryamizard di Istana Bogor, Rabu (4/1/2017), seperti diberitakan harian Duta Masyarakat (grup Duta.co).

Ryamizard meyakini, militer atau Pemerintah Australia sama sekali tidak berniat menghina atau melecehkan Indonesia. Ia menegaskan, Australia dan Indonesia selama ini selalu menjaga hubungan baik. “Jangan gara-gara ‘curut-curut’ enggak jelas itu hubungan negara enggak bagus, enggak baik juga.”

Menhan mengakui dengan adanya peristiwa ini, kerja sama militer antara TNI dan ADF ditunda. Ia mengatakan, dalam waktu dekat, dirinya akan segera menemui Menteri Pertahanan Australia untuk membahas kelanjutan kerja sama militer ini.

“Nanti saya ngomong dengan Menhan-nya dulu ya. Memang, seharusnya saya kemarin ke sana. Belum karena Menhan-nya lagi di rumah sakit, mungkin akhir bulan ini saya ke sana,” ujar Ryamizard. kim

 

Check Also

Mendikbud: Full Day School Tak Dibatalkan tapi Diperkuat

JAKARTA | duta.co – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membantah program sekolah 8 jam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *