Friday , August 18 2017
LATIHAN KADER: Suasana LKD Fatayat PCNU Jember.(foto:DUTA/syaifudin)

Komitmen Jaga Kebangsaan dengan Jadi Kader Penengah

LKD Fatayat PCNU Jember

LATIHAN KADER: Suasana LKD Fatayat PCNU Jember.(foto:DUTA/syaifudin)

Jember- Kondisi kebangsaan yang diliputi oleh berbagai masalah radikalisme dan SARA menjadi fokus perhatian Fatayat Jember dalam melaksanakan Latihan Kader Dasar (LKD) yang diselenggarakan di Sekretariat PCNU Jember di Jalan Imam Bonjol.

Semua harus berkomitmen untuk menjaga kebangsaan ini dengan tidak mengabaikan adanya keberagaman, jelas Linda, Ketua I Fatayat PCNU Jember saat ditemui di sela-sela pelatihan, Minggu (15/1), kemarin.

LKD merupakan proses kaderisasi yang rutin diselenggarakan oleh Fatayat. Materi dasar sebagai penguatan kader diberikan kepada peserta yang berasal dari berbagai kecamatan. Pengkaderan itu berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu (14-15/1).

Sementara untuk merespon situasi yang berkembang, kader disiapkan untuk menjadi penengah dari berbagai kelompok yang ada di Indonesia. Ini ditunjukkan dengan mengangkat tema Penguatan Spiritualitas Kader Fataya NU, Menjaga Harmoni Sosial.

Linda menjelaskan, saat ini berkembang situasi yang mengancam keberagaman bangsa. Seperti munculnya radikalisme dan isu-isu SARA. Karena itu, harmoni sosial menjadi perhatian khusus dalam pelatihan kali ini.

Kita di NU sudah komitmen untuk menjadi penengah dari berbagai macam aliran, dari berbagai macam posisi-posisi yang radikal baik itu kiri kanan, tutur Linda.

Berdasar komitmen tersebut, kader Fatayat diharapkan menjadi kader yang mampu menjembatani maupun menengahi kelompok-kelompok yang ada di tengah-tengah masyarakat. Supaya tidak terjadi perpecahan di antara bangsa, ujarnya.

Menjadi kader yang peduli pada masalah-masalah kebangsaan merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai dalam pengkaderan itu. Fatayat yang merupakan organisasi perempuan ingin kadernya memiliki militansi ke NU serta mampu membawa visi dan misi organisasi terkait keadilan gender. aif

Check Also

2 Istri Nelayan Dapat Santunan Asuransi

PASURUAN | duta.co — Dua nelayan asal Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yakni Kosim (58), warga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *