Friday , August 18 2017

Kadin Jatim Siapkan Pasar

Untuk Menyiapkan Direktori Pemasaran Para Start-Up

SURABAYA – Start up berkembang pesat. Produk inovasi yang diciptakan juga sangat beragam. Namun sayangnya, start up kesulitan untuk memasarkan produk mereka. Khususnya yang memproduksi sesuatu yang berbasis inovasi.

Kesulitan itu pun dilihat oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Induk para pengusaha ini pun mencoba memberikan solusi dan membantu pemasaran produk. Pasalnya, kemajuan digital yang tak terkendali membuat start-up berbasis teknologi terus tumbuh dan menjamur.

Ketua Komite Tetap Pengembangan Usaha Elektronika Bidang Industri Kreatif Kadin Jatim, Tritan Saputra mengatakan direktori nantinya bisa menjadi solusi tepat. Sebab, Kadin Jatim siap membantu menjembatani para start-up dalam mempromosikan dan memasarkan produknya melalui langkah direktori itu.

“Selama ini, industri kreatif tidak pernah mendapat solusi dan market yang jelas. Karena itu, untuk mewujudkan direktori tersebut kami bakal mengumpulkan dulu para pelaku usaha start-up dari berbagai sektor agar mereka bisa saling berkolaborasi,” ujarnya di sela Dialog Percepatan Inovasi IT di Graha Kadin Jatim, Jumat (22/12).

Tirtan mengaku, setidaknya ada delapan sektor usaha kreatif yang bakal dikumpulkan untuk melakukan dialog dengan Kadin Jatim. Diantaranya adalah, penyedia market place, peyedia jasa jaringan, penyedia jasa keuangan bank maupun non-bank, penyedia software, penyedia website, dan penyedia jasa logistik.

Dia menambahkan, sektor tersebut sebenarnya saling terkait. Jika disatukan, maka start-up tersebut bakal saling melengkapi sehingga bisa memiliki pasar yang jelas. “Karena itu, kita tinggal cari pendanaan modal bagi start-up untuk memperkuat bisnis mereka,” beber Tirtan.

Untuk jasa keuangan, lanjutnya, biasanya perbankan memberikan pinjaman melalui kredit usaha rakyat (KUR). Namun, setiap tahun NPL makin tinggi karena banyak penerima dana KUR sulit dalam proses pembayaran. Hal itu membuat perbankan mulai membatasi pembiayaan kepada start-up.

“Untuk itu, kami ingin membantu para start-up dengan teknologi keuangan untuk memantau kesehatan bisnis mereka. Sehingga kondisi usaha bisa terus terkontrol. Hal itu bakal membuat perbankan mudah dalam memberikan pembiayaan modal,” terangnya.

Tirtan menjelaskan, direktori ini sekaligus menjadi cara untuk mendata berapajumlah start-up di Jatim. Nantinya, direktori ini akan didistribusikan ke seluruh anggota Kadin Jatim dan Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di Jatim. “Dengan begitu, kami bisa menyatukan para start-up dan langsung menvari pasar agar usaha start-up di Jatim terus berkembang,” pungkasnya. (end)

Check Also

UMKM Jangan Takut Ekspor, 100 Kg Tak Perlu Dokumen Resmi

SURABAYA | duta.co  – Ketakutan para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) untuk melakukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *