Friday , August 18 2017
BERSAHAJA: Jokowi dan ibundanya, Sujiatmi. (IST)

Jokowi Ogah Baca Buku “Jokowi Undercover”

 

BERSAHAJA: Jokowi dan ibundanya, Sujiatmi. (IST)

Nama Kecil Mulyono, Sakit-sakitan, Diganti Joko Widodo

JAKARTA | Duta.co – Presiden Joko Widodo tidak mau membaca buku yang menyudutkan dirinya, “Jokowi Undercover”. Buku yang ‘memfitnah’ dirinya itu dia sebut tidak menggunakan data-data dan kaidah-kaidah ilmiah serta pengecekan lapangan.

Bambang Tri Mulyono, penulis buku tersebut telah menjadi tersangka dan ditahan atas laporan sejumlah pihak. Termasuk laporan mantan kepala BIN yang kini Ketum Partai Keadilan dan Pembangunan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono yang mengaku bisnisnya rugi miliaran rupiah karena buku tersebut.

“Seharusnya ada sumber-sumber yang bisa dipercaya yang bercerita tentang itu. Kalau data-data yang tidak ilmiah, sumbernya tidak jelas, kenapa saya harus baca dan mengomentari,” ujar Presiden di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

Bambang Tri Mulyono menulis bahwa Jokowi telah memalsukan data saat mencalonkan diri menjadi calon presiden 2014 lalu. Bambang juga menyebut bahwa sosok Jokowi muncul atas keberhasilan media massa serta melakukan kebohongan terhadap rakyat.

Akibat perbuatannya, Bambang Tri dijerat dengan Pasal 16 UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik. Kemudian, Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan pasal 207 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Penguasa Negara.

Lahir di RS Brayat Minulyo

Lalu, bagaimana sejarah hidup Jokowi. Pria yang kini menjadi kepala negara RI itu lahir di RS Brayat Minulyo di Jalan Doktor Setiabudi, Solo, Jawa Tengah. Joko Widodo lahir  pada Rabu Pon, 21 Juni 1961.

Dikutip dari detix, semua catatan kelahiran dan riwayat medis kelahiran Jokowi sampai saat ini masih tersimpan rapi di ruang arsip rumah sakit tersebut. Berdasarkan fotokopi akta kelahiran yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surakarta, 3 November 1988, Jokowi lahir dari pasangan Sujiatmi dan Notomiharjo.

Akta kelahiran itu dilegalisasi pada Maret 2005 saat Jokowi hendak maju menjadi calon wali kotak Solo. Saat melahirkan Jokowi, Sujiatmi bersama suaminya, yang bernama lengkap Wijiatno Notomiharjo, tinggal di Srambatan, Solo.

Mereka baru memulai usaha jual-beli kayu di daerah itu sebelum akhirnya pindah ke Pasar Pring (Pasar Bambu) di Gilingan. “Orang tua Jokowi masih mengontrak di sana (Gilingan),” ujar Miyono Suryo Sarjono, kakak kandung Sujiatmi, di rumahnya.

Miyono sendiri menjadi saksi saat Sujiatmi melahirkan Jokowi di RS Brayat Minulyo, 56 tahun yang lalu. Miyono masih ingat betul bagaimana dia dan istrinya harus bolak-balik ke rumah sakit menjelang kelahiran Jokowi.

Maklum, Jokowi merupakan anak pertama Sujiatmi. Apalagi, saat melahirkan Jokowi, usia Sujiatmi baru 18 tahun. “Ketika mengantarkan ke rumah sakit saat ibunya melahirkan (Jokowi), bapaknya itu bersama saya dan istri saya,” ujar Miyono.

Sementara itu, mengenai siapa ayah dan ibu Sujiatmi, menurut Miyono, mereka adalah Wirorejo dan Sani, yang berasal dari Dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan Mukiyem, pengasuh Jokowi semasa kecil, kakek dan nenek Jokowi sempat membawa cucunya itu ke Giriroto setelah dilahirkan.

“Ibunya Jokowi saat itu masih muda, belum pengalaman mengurus bayi. Makanya Jokowi dibawa ke Giriroto selama 40 hari,” ucap Mukiyem, yang sering dipanggil dengan sebutan Mbok Yem, di rumahnya, Dusun Demen, Kelurahan Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali.

Lepas 40 hari, ucap Mbok Yem, Jokowi dibawa kembali ke Solo. Nah, sejak itu pula Mbok Yem, yang masih ada hubungan kerabat dengan keluarga Wirorejo, diminta mengasuh Jokowi saat masih bayi. “Saya mengasuh Jokowi sejak dia masih merangkak sampai sekolah TK,” ujar Mbok Yem mengenang.

Ia juga mengatakan, saat masih bayi, Jokowi diberi nama Mulyono. Namun, karena sering sakit-sakitan, namanya kemudian diganti menjadi Joko Widodo hingga sekarang. Kata Mbok Yem, dalam bahasa Jawa, nama “widodo” berarti sejahtera dan sehat selalu. Makanya nama itulah yang disematkan pada Jokowi saat masih bayi.

Informasi yang sama disampaikan Heru Purnomo, paman Jokowi dari garis ayah, yang tinggal di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. “Iya, dulu nama Jokowi itu Mulyono. Karena saat balita sering sakit-sakitan, namanya diganti jadi Joko Widodo,” ujar Heru, yang merupakan adik bungsu Notomiharjo. ful

Check Also

Bupati dan Wakil Bupati Berangkatkan 1.588 Calon Jamaah Haji Gresik

GRESIK | duta.co – Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Dr. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *