Thursday , June 29 2017
Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf gotong royong bersama tim Tagana dan BPBD bersihkan material paving dan foto dinding tembok rumah warga yang jebol. (Duta.co/ABDUL)

Gus Ipul Kunjungi Korban Banjir

Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf gotong royong bersama tim Tagana dan BPBD bersihkan material paving. (Duta.co/ABDUL)

PASURUAN | duta.co — Banjir bandang disertai lumpur yang terjadi di Jalan Raya Malang – Surabaya, tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (6/1/2017) sore, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Bahkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengunjungi warga korban banjir yang berada di Dusun Kertosari, Desa Kertosari, Jumat (6/1/2017) pagi.

Kedatangan Wagub disertai Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, terlihat kompak. Kehadiran kakak beradik ini disambut warga Desa Kertosari yang sudah menunggunya sejak pagi. Satu persatu rumah warga terdampak korban banjir dikunjungi, termasuk rumah Fauzi (55) yang dinding tembok bagian kanan rumahnya jebol hingga berdiameter 2 meter, akibat diterjang banjir lumpur yang mencapai setinggi 1 meter lebih.

Tak hanya itu, Wagub dan Bupati juga ikut membaur bersama puluhan anggota Tanggap Bencana (Tagana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan untuk membersihkan paving jalan berserakan yang tergerus banjir di ujung jalan dusun.

“Saat ini kami fokuskan memperbaiki jalan dusun ini. Selanjutkan akan kita berikan bantuan pada warga yang rumahnya rusak,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, di lokasi Jumat (6/1).

Menurutnya, untuk perbaikan jalan dusun Kertosari ini diutamakan terlebih dulu karena jalan ini merupakan fasilitas umum.

“Sedangkan beberapa rumah warga yang rusak akan diberikan bantuan setelah mereka terlebih dulu melaporkan kerusakan rumahnya. Dan tentunya akan kita evaluasi, kemudian bantuan itu direalisasikan ke warga korban banjir. Untuk anggarannya diambilkan dari pos tanggap bencana,” urainya

Dari pantauan di lokasi, banjir yang paling parah kali ini disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi di kawasan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan kawasan Lawang, Kabupaten Malang. Selain itu juga diperparah akibat gundulnya hutan di kawasan Purwodadi, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

“Kami tak mengira banjir ini. Tahu-tahu kemarin sore air banjir masuk rumah hingga ke belakang capai 1 meter lebih,” papar Fauzi, warga korban banjir.

Gus Ipul mengatakan, banjir kali ini yang paling besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Banjir biasa terjadi tiap tahunnya hanya kecil di sini paling antara 20 menitan, lalu lewat. Namun khusus tahun ini durasinya cukup panjang hingga satu jam lamanya. Ini akibat hujan yang cukup tinggi di kawasan pegunungan. Entah apa yang terjadi fenomena alam ini. Hal inilah yang sedang kita cari tahu,” terangnya.

Karena itu, pihaknya masih menduga-duga dan mencari tahu permasalahannya kemudian akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Banjir ini terjadi karena sungai-sungai di sekitar banyak yang tersumbat akibat banyaknya material yang terhanyut saat banjir. Akibat luapan ini akhirnya menghanyutkan jembatan yang terbuat dari bambu hingga terjadi luberan yang masuk ke jalan raya dan meluber ke pemukiman warga,” jelas Gus Ipul.

Ditambahkannya, dari laporan Bupati Pasuruan dan Kades Kertosari, akan diinventarisir kerusakan 10 rumah warga dari 41 jiwa untuk secepatnya diperbaiki. Termasuk jalan desa yang rusak.

“Semuanya akan dibiayai oleh Pemkab Pasuruan. Kalau gak cukup gubernur akan membantunya. Selain itu, dugaan penyebabnya bisa saja karena alih fungsi hutan. Karena itu kami akan cari solusi untuk duduk bareng bersama Pemkab Malang dan Pasuruan,” pungkasnya. (dul)

Check Also

Mensos Bagikan Kartu PKH Non Tunai di Jombang

JOMBANG | duta.co – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *