Thursday , June 29 2017
Amirullah Adityas Putra (kanan). (IST)

Eksekusi Maut Taruna STIP usai Drum Band

 

Amirullah Adityas Putra (kanan). (IST)

JAKARTA | duta.co – Amirullah Adityas Putra (18), taruna tingkat 1 Angkatan 2016 Jurusan Nautika,  Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, tewas dianiaya para seniornya yang duduk di tingkat dua, Selasa malam (10/1/2017). Esksekusi itu dilakukan usai kegiatan drum band.

Kapolsek Cilincing Kompol Ali Zusron mengatakan, korban asal Jalan Warakas III, Gang 16 Nomor 14, RT07/RW14, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Prio

k, Jakarta Utara,  itu dianiaya  empat senior tingkat dua, sekitar pukul 22.30 WIB tadi malam.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara, Kamar M-205 Lantai 2 Gedung Dormitory Ring 4 STIP Marunda, yakni satu botol minyak tawon, satu botol minyak telon, satu buah gayung mandi, satu buah gelas, dan dua puntung rokok.

“Kasus ini pada awalnya ditangani Polsek Cilincing, namun dalam penanganannya diambil alih Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara dan akan diselidiki lebih lanjut,” kata Ali Zusron. Berikut kronologi versi Kapolsek Cilincing berdasarkan penyelidikan awal kasus kematian Amirullah.

 

Selasa (10/1) pukul 17.00 WIB:

Setelah kegiatan drum band, salah satu pelaku atas nama Sisko Mataheru mengajak rekan lainnya sesama pelajar STIP taruna tingkat dua untuk berkumpul dan mengerjai (bully) adik kelas di tingkat satu yang menjadi pemain tamtam.

 

Selasa (10/1) pukul 22.00 WIB:

Enam taruna tingkat pertama (termasuk korban Amirulloh) dipanggil oleh keempat pelaku untuk berkumpul di Kamar M-205 Lantai 2 Gedung Dormitory Ring 4 STIP Marunda.

Ketika para taruna tingkat satu datang ke kamar tersebut, para pelaku melakukan penganiayaan dengan memukul ke arah perut, dada, dan ulu hati, menggunakan tangan kosong secara bergantian.  Setelah digilir untuk dianiaya dengan tangan kosong, Amirulloh tiba-tiba ambruk saat dipukul terakhir oleh Willy Hasiholan.

Korban kemudian diangkat bersama-sama oleh para pelaku dan saksi ke kasur tempat tidur yang terletak di samping kamar tempat penganiayaan tersebut.

 

Rabu (11/1) pukul 00.15 WIB:

Karena korban terlihat pingsan, para pelaku panik dan menghubungi seniornya di tingkat empat, kemudian laporan tersebut dilanjutkan ke pembina dan piket medis STIP.

 

Rabu (11/1) pukul 02.00 WIB:

Setelah korban dipastikan meninggal oleh dokter piket STIP, kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Cilincing. ful, net

Check Also

Khatib Ichsan: Khotbah Saya Dipotong- potong!

YOGYAKARTA | duta.co – Khatib Ichsan Nuriansah Bajuri menjawab tuduhan khotbahnya provokatif. Dia menduga ada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *