Friday , August 18 2017
MENYAMAR PETAMBAK: Penggerebekan terduga teroris di Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Minggu (25/12).|IST

Dua ‘Pengantin’ Ditembak Mati

Teroris Sewa Keramba Apung, Digerebek di Waduk Jatiluhur

 

MENYAMAR PETAMBAK: Penggerebekan terduga teroris di Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Minggu (25/12).|IST

PURWAKARTA-Dua terduga terosis ditembak mati, dua lainnya ditangkap hidup-hidup dalam penggerebekan markas mereka di Kampung Ubrug di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (25/12). Sempat terjadi baku tembak saat penggerebekan pukul 12.00 WIB kemarin.

“Dua orang tewas ditembak, dua lagi ditangkap Densus 88,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan.

Persembunyian para terduga teroris itu berupa keramba jaring apung di tengah Waduk Jatiluhur. Warga sekitar, Maksum, mengatakan ada tembakan-tembakan saat penangkapan.  “Tadi sekitar pukul 12.00 WIB, sempat ada tembak-tembakan dari arah kolam apung,” ujarnya.

Polisi membawa kedua jenazah terduga teroris.|IST

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, penggerebekan itu berawal dari penangkapan dua terduga teroris atas nama Rijal alias Abu Arham (29) dan Ivan Rahmat Syarif (28), di rumah kontrakan Jalan Ubrug, Kampung Karang Layung, Desa Cibinong, Jatiluhur, sekitar pukul 09.00 WIB kemarin.

Rijal adalah warga Randu Kurung Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan Ivan Rahmat Syarif (28) warga Mulya Tani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kepada polisi, keduanya memberikan informasi tempat persembunyian rekan mereka.

Tiga jam setelah itu, dilakukan penangkapan dua rekan mereka di persembunyian, yakni keramba jaring apung di tengah Waduk Jatiluhur yang masuk wilayah Desa Karanglayung, Desa Cibinong, Kec Jatilihur, Purwakarta.

Ratusan warga menonton dari pinggiran waduk.|IST

Densus bekerja sama dengan Satpolariud Polres Purwakarta untuk melakukan penangkapan. Juga terlihat dua helikopter kepolisian terbang berputar-putar di atas Waduk Jatiluhur. Selain itu, sejumlah mobil kepolisian hilir mudik di daratan pinggir waduk. Suasana mencekam.

Setelah diberi tembakan peringatan lima kali, menurut pihak kepolisian, Abu Faiz malah keluar membawa golok. Demikian pula Abu Sofi menyusul keluar bawa golok. Polisi kemudian menembak melumpuhkan mereka dengan tembakan hingga tewas.

Abu Sofi alias Abu Azis alias Mas Brow, adalah warga Jalan Tipar, Kecamatan Kota Wariungin, Kabupaten Bandung. Sedangkan Abu Faiz, warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Jenazah mereka langsung diangkut ambulans dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta untuk divisum. Sementara, Rijal dan Ivan, yang ditangkap hidup-hidup, langsung dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, Polres Purwakarta sedang melakukan olah tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan tim penjinak bom Polda Jawa Barat. Kabar penangkapan terduga  teroris dengan cepat menyebar seantero Purwakarta. Warga pun berdatangan ke lokasi.

Surat Wasiat ‘Pengantin’

Dalam penggerebekan di rumah apung tersebut, polisi menemukan surat wasiat yang menyatakan bahwa terduga teroris di Jatiluhur, Purwakarta, akan menjadi ‘pengantin’ (pelaku bom bunuh diri).

“Surat-surat untuk melaksanakan istilah ‘pengantin’ sudah ada. Justru lokasi (rencana pengeboman)-nya tidak tahu. Kita sendiri belum tahu kapan (beraksinya),” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan di lokasi penggerebekan.

Surat wasiat itu menyatakan para teroris ini sudah melakukan baiat dan bersiap melakukan amaliyah. “Di sana suratnya dari Daulah Islamiah,” ucapnya.  Selain surat, polisi juga menemukan sejumlah golok yang disita sebagai barang bukti.

Anton juga tidak tahu kenapa para teroris ini memilih Waduk Jatiluhur sebagai markasnya. Pihaknya masih mendalami keterangan para pelaku. “Yang jadi pertanyaan kenapa dia di Waduk Jatiluhur, itu pertanyaannya,” ucapnya.

Menurut Anton, lokasi markas teroris tersebut sangat menyulitkan petugas. Markas teroris di Jatiluhur menyamar jadi keramba apung dan lokasinya di tengah waduk. “Justru di sini yang jadi pertanyaan kenapa mereka dijaring apung. Sehingga menyulitkan kita juga,” ujarnya.

Menyamar Petambak

Petambak ikan sekitar, Gugun Gunawan, mengatakan, dua terduga teroris yang ditangkap hidup itu sudah beberapa bulan di lokasi. Namun Gugun sama sekali tidak mencurigai mereka sebagai teroris.

“Dia (2 teroris) ngontrak di sini, tapi saya enggak tahu persis sudah berapa bulannya,” ujar Gugun saat diwawancarai wartawan.

Gugun juga menganggap dua orang itu sebagai petambak ikan. Sehari-hari Gugun melihat mereka memberi makan ikan, memelihara ikan, selayaknya petambak pada umumnya.

Sedangkan dua orang yang tewas dalam penggerebekan tersebut baru datang Sabtu malam (24/12). “Kalau yang dua orang tewas itu, datang pukul 01.00 WIB tadi malam, katanya dia ke keramba mau mancing. Mereka juga bawa pancingan,” ucap Gugun yang juga mengantar dua terduga teroris itu ke keramba.

Hingga pukul 15.00 WIB kemarin, petugas masih berada di lokasi. Jenazah dua terduga teroris juga sudah dievakuasi dibawa ke mobil ambulans. Ratusan warga berkerumun di sekitar lokasi untuk menonton.

Jabar ‘Sarang’ Terorisme

Polda Jawa Barat mengakui, beragam penangkapan terhadap terduga teroris yang belakangan dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Polri menunjukkan banyak yang berkembang di daerah Jawa Barat. Hal ini membuktikan kawasan itu menjadi daerah rawan kelompok terorisme.

“Memang betul (daerah rawan), dua minggu ini hampir di beberapa tempat, bahkan penangkapan di Tangerang ada tiga meninggal dunia, dua di antaranya berasal dari Tasikmalaya (Jabar),” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus.

Untuk itu, dia berharap dari penangkapan terhadap dua terduga teroris berinisial I (Ivan) dan R (Rijal) yang ditangkap hidup di Jatiluhur, kepolisian bisa mendapatkan informasi mengenai perkembangan jaringan ini. “Ini yang sedang diketahui, apakah ada jaringan baru?” ucapnya.

Menurut dia, selama ini memang banyak anggota kelompok teroris, terutama mereka yang berafiliasi dengan Barhun Naim, bergerak menyebarkan ideologi radikal mereka di daerah Jawa Barat.  “Karena kelompok BN (Bahrun Naim) ini menyebar di Jawa Barat untuk cari sebagai ‘pengantin’ atau ikut jaringan teroris,” ujarnay. ful, hud, dit, mer, meo

 

Check Also

Dokter ‘Cangkokkan’ Syaraf Gigi-Gusi Novel ke Mata Kirinya

SINGAPURA | duta.co – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah selesai menjalani …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *