Saturday , June 24 2017

Disebut Marah karena Dapat Jatah Duit e-KTP Kecil, Marzuki Anggap Ujian di Bulan Ramadhan

JAKARTA | duta.co – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014 dari Fraksi Demokrat Marzuki Alie membantah dirinya marah-marah karena mendapat jatah sedikit dari duit proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Hal itu membantah terdakwa dugaan korupsi e-KTP Irman saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 12 Juni 2017.

“Saya tidak pernah bertemu, komunikasi soal e-KTP, apalagi marah-marah,” kata Marzuki Alie saat dihubungi Selasa, 13 Juni 2017.

Nama Marzuki kembali muncul dalam persidangan kasus e-KTP dengan agenda pemeriksaan terdakwa Irman, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Menurut Irman, berdasarkan keterangan dari pengusaha Andi Agustinus, Marzuki marah-marah diduga lantaran mendapat jatah hanya Rp 20 miliar dari proyek e-KTP.

Untuk itu Marzuki menegaskan dirinya tak pernah mengenal dan bertemu dengan Andi, pengusaha yang diduga membagi-bagikan duit e-KTP. Dalam laporannya itu, dia pun telah diperiksa beberapa kali oleh Bareskrim untuk memberikan keterangan.

Menurut Marzuki, namanya dicatut oleh Andi. Namun, bertepatan dengan bulan Ramadan ini, dia menilai munculnya kembali namanya di persidangan adalah sebagai ujian dari Tuhan. “Saya berdoa saja kalau niatnya cuma menyudutkan, itu urusan dia (Andi Narogong) dengan Tuhan,” kata Marzuki.

Marzuki Alie merasa risih ketika harus berbicara soal proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Ia mengklaim menjaga betul marwah lembaga yang dipimpinnya, DPR, saat proyek e-KTP itu bergulir. “Saya malu mendengarnya (disebut terima duit kasus e-KTP), seperti tidak bersyukur,” kata dia.

Ketua DPR periode 2009-2014 itu disebut pernah marah-marah lantaran mendapat jatah kecil.

“Bisa jadi Marzuki Alie marah-marah karena bagiannya kecil,” kata Irman di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dalamkasus dugaan korupsi e-KTP. Ia berujar, informasi itu ia peroleh dari cerita Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang berafiliasi dengan konsorsium pemenang tender e-KTP. * tmp

Check Also

Mensos Bagikan Kartu PKH Non Tunai di Jombang

JOMBANG | duta.co – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *