Tuesday , June 27 2017
SIAP DIPASARKAN: Stok cabai yang siap dipasarkan di sejumlah pasar tradisional dan modern. (duta.co/dok)

Dipertanyakan Katanya Produksi Cabai Surplus 5.000 Ton

SIAP DIPASARKAN: Stok cabai yang siap dipasarkan di sejumlah pasar tradisional dan modern. (duta.co/dok)

MALANG |duta.co– Meski pada awal tahun harga cabai begitu pedasnya, Kementerian Pertanian memperkirakan harga akan stabil dan kembali normal. Pasalnya produksi cabai secara nasional selama Januari 2017 mengalami kelebihan atau surplus sebanyak 5.000 ton. Kondisi ini perlu dipertanyakan mengingat harga cabai makin tidak terkendali di pasaran.

Seperti dikatakan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono saat panen cabai rawit varietas Mhanu di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Spudnik mengatakan pada Januari produksi cabai diperkirakan sebanyak 73 ribu ton sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 68 ribu ton. “Dengan begitu, selama Januari ini produksi cabai surplus sebanyak 5.000 ton. Untuk Januari, ini prognosa saya, sebenarnya surplus,” katanya.

Spudnik mengungkapkan, sebenarnya konsumsi cabai per kapita masyarakat Indonesia sangat kecil yakni sekitar 1,26 kilogram per kapita per tahun atau hanya 0,105 kilogram per kapita per bulan.

“Kalau dibagi per hari, hanya 35 gram (per kapita). Artinya kan tidak perlu terlalu panik,” katanya.

Dirjen menegaskan setelah pihaknya melakukan peninjauan ke sejumlah daerah sentra produksi cabai di tanah air dapat dipastikan bahwa ketersediaan komoditas tersebut cukup terjamin.

Seharusnya masyarakat tidak perlu terlalu bergantung pada cabai rawit yang saat ini harganya melambung tinggi, karena masih ada cabai merah besar dan cabai keriting yang harganya lebih murah.

Dirjen Hortikultura meminta Bulog Sub Divisi Regional Malang dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk mengirim cabai rawit ke Jakarta sebagai upaya untuk menekan harga cabe di Ibu Kota yang masih tinggi.

Petani cabai rawit di desa tersebut bersedia menjual hasil produksinya seharga Rp35.000 per kilogram, jauh lebih murah dari yang biasa dipatok para petani, yaitu Rp80.000 per kilogram. Dengan harga yang cukup murah dari petani, tambahnya, PPI dan Bulog bisa mendistribusikan cabe rawit tersebut dengan harga maksimal Rp50.000, sehingga diharapkan bisa menekan harga cabai yang semakin tinggi. (rio)

 

 

 

 

Check Also

Pengusaha Mengeluh ‘Gagal Panen’ saat Lebaran

JAKARTA | duta.co – Selama Ramadhan dan Lebaran 2017 ini terkesan tak ada gejolak kenaikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *