Wednesday , June 28 2017
Andi Agustinus alias Andi Narogong (ist)

Di Persidangan, Andi Narogong Bantah Bagi Duit e-KTP ke DPR

JAKARTA | duta.co –  Tersangka kasus e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong membantah telah membagi-bagikan uang kepada anggota DPR RI terkait proyek pengadaan e-KTP. Andi mengaku pernah beberapa kali ke DPR, namun hanya untuk bicara soal bisnis atribut kampanye untuk Partai Golkar pada 2009.

“Tidak ada,” kata Andi saat menjadi saksi sidang kasus e-KTP, ketika menjawab pertanyaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdul Basyir soal apakah dia pernah memberi uang ke anggota DPR terkait proyek E-KTP di PN Tipikor Jakarta, Senin (29/5/2017).

Andi memang mengaku kenal dengan beberapa anggota DPR periode 2009-2014, terutama dari fraksi Partai Golkar. Dia kenal dengan Ketua DPR RI saat ini, Setya Novanto, dan almarhumah Mustokoweni yang pernah duduk di komisi II DPR Fraksi Golkar.

“Saya kenal dengan Setya Novanto. Saat itu saya menawarkan kaos partai. Saya juga kenal dengan Mustokoweni karena dikenalkan saat Natalan 2009,” kata dia.

Kemudian jaksa Basyir mengonfirmasi kembali kepada Andi, “Jadi saudara wara-wiri di DPR tidak pernah memberi uang?” “Tidak,” jawab Andi singkat.

Andi menjelaskan, awal perkenalannya dengan Novanto ketika seseorang datang ke kantornya untuk keperluan atribut kampanye Partai Golkar. Orang yang disebut Andi bernama Hendra itu mengatakan Partai Golkar sedang membutuhkan atribut untuk keperluan kampanye.

“Dia bilang Partai Golkar sedang butuh atribut kampanye,” ujar dia. Sepengetahuan Andi, Hendra ini orang kepercayaannya Novanto. Setelah itu, Andi mengaku bertemu dua kali dengan Novanto di restoran Peacock di Hotel Sultan, Jakarta. Pertemuan ini untuk membicarakan soal atribut kampanye Partai Golkar.

Dalam sidang itu, Andi juga menyatakan bahwa dia tidak pernah bertemu dengan Novanto di luar restoran Peacock. Dia juga membantah bertemu dengan Novanto di Hotel Gran Melia bersama sekjen Kemendagri saat itu, Diah Anggraini. “Enggak pak,” kata Andi menjawab pertanyaan jaksa terkait apakah bertemu Diah di Gran Melia atau tidak. hud, net

Check Also

Pengusaha Mengeluh ‘Gagal Panen’ saat Lebaran

JAKARTA | duta.co – Selama Ramadhan dan Lebaran 2017 ini terkesan tak ada gejolak kenaikan …

2 comments

  1. Kartika Kirana

    Makin jelas sekarang. Pertama, dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) tidak lengkap. Kedua, dokumen BAST tidak lengkap tapi pembayaran tetap dilakukan. Keduanya atas sepengetahuan dan perintah dari Irman serta jaminan dari Sugiharto Pejabat Pembuat Komitmen kepada Junaidi Bendahara Pembantu Proyek E-KTP. Saya pikir Irman dan Sugiharto beraksi bukan tanpa sepengetahuan Gamawan Fauzi yang menjabat sebagai Mendagri waktu itu. Jadi, tunggu apalagi? Dalami kesaksian dari saksi penting Gamawan Fauzi. Ingat, kasus E-KTP Kemendagri terjadi pada jaman dia menjabat sekaligus dialah penanggung jawab proyeknya. Terkesan aneh ketika opini digiring hanya kepada Andi Narogong dan Miryam S Haryani saja. Bukankah dua terdakwa pertama adalah anak buah Gamawan Fauzi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *